7 Hal Positif Jika Perempuan Menikah di Usia 30-an

Ketika seorang perempuan sudah memasuki usia 30-an namun belum menikah, rasa panik akan selalu muncul. 

7 Hal Positif Jika Perempuan Menikah di Usia 30-an
Gambar Ilustrasi - Foto Ist

KLIKTREND.com – Ketika seorang perempuan sudah memasuki usia 30-an namun belum menikah, rasa panik akan selalu muncul.

Hal tersebut terjadi karena banyak dari mereka yang beranggapan bahwa usia tersebut sudah cukup tua untuk menjalani bahtera rumah tangga.

Benarkah hal itu akan terjadi? Ataukah itu hanya ketakutan semu dalam diri mereka lantaran takut tak akan mendapatkan suami?

Jangan panik. Justru ketika sudah menginjak usia 30-an, ada hal positif bagi seorang perempuan yang menikah di usia yang sudah memasuki kepala tiga. Simak ulasan berikut ini:

7 Hal Positif Perempuan Menikah di Usia 30-an

https://www.youtube.com/watch?v=F8U81NzwtLQ

Trending: Viral, Jalani Cinta Jarak Jauh, Pria Ini Tertipu Oleh Cantiknya Wajah Kekasih

Mempunyai Orientasi yang Jelas

Banyak perempuan yang menikah di usia muda namun tak memiliki orientasi hidup yang jelas. Ada yang karena persoalan pergaulan bebas namun ada pula yang terdesak oleh situasi karena sudah memiliki memongan sebelum menikah.

Berbeda dengan perempuan yang menikah di usia 30-an. Mereka sudah mempunyai orientasi dalam membangun rumah tangga baru dan masa depan keluarga.

Lebih Matang dalam Emosi

Menikah di usia 30-an membuat seorang perempuan menjadi matang dalam berpikir, komunikasi dan emosi.

Mereka lebih bisa mengontrol emosi dan nggak labil seperti layaknya wanita di usia 20-an. Mereka pun bisa meminimalisir drama percintaan yang umum dihadapi pasangan muda.

Trending: Nikita Mirzani Sindir Perhiasan Barbie Kumalasari KW Semua

Sudah Tahu Tujuan Hidup

Usia matang bikin seorang perempuan lebih memahami tujuan hidup untuk ke depan. Mereka akan semakin fokus dalam mengejar dan menentukan tujuan tersebut.

Begitu mereka sudah fokus dan tahu tujuan hidupnya, itu sudah jadi modal ini adalah landasan kuat dalam membangun mahligai pernikahan.

Siap Punya Anak

Salah satu alasan perempuan memilih untuk menunda pernikahan karena belum siap meninggalkan kehidupan bebasnya. Saat ia memilih untuk memulai berkeluarga dan punya anak maka pergerakannya jadi terbatas.

Akan tetapi jadi berbeda saat kamu sudah punya banyak pencapaian hidup. Kamu pun merasa lebih puas dengan hidup bebas semasa melajang.

Trending: Nikita Mirzani Sebut ASI Jadi ASIT, Ini Artinya

Bijak Mengatur Keuangan

Uang sering kali menjadi penyebab pemicu perceraian. Di usia yang matang, mereka yang sudah usia 30-an pastinya semakin bijak dalam mengatur penghasilan pribadi.

Jadi, ini salah satu keuntungan esensial dengan usia kepala tiga bagi perempuan yang masih merasa panik dengan pernikahan.

Sudah Menemukan Jati Diri

Di usia 30-an, biasanya perempuan sudah berhasil menemukan jati diri yang sesungguhnya.

Hal ini pastinya akan bikin kamu lebih mudah untuk memilih pasangan yang benar-benar dinginkan dan yang terbaik untuk menjadi pemimpin dalam keluarga kamu.

Karir Mapan

Saat usia sudah menginjak 30-an karir perempuan pun menjadi mapan dan semakin bersinar. Ia juga semakin siap mental dalam membina rumah tangga.

Anggapan ‘menikah di usia 30-an itu telat’ bagi perempuan sudah luntur seiring perkembangan zaman. Maraknya pernikahan usia muda tapi gagal dalam berumah tangga justru menimbulkan persoalan sosial.

*

Exit mobile version