KLIKTREND.com – Sosok Wakil Presiden Indonesia Periode 2014/2019, Jusuf Kalla yang biasa disapa JK sudah dikenal oleh rakyat Indonesia.

Sebentar lagi, Jusuf Kalla akan menanggalkan jabatannya sebagai Wakil Presiden RI bersamaan dengan dilantiknya Jokowi-Ma’ruf Amin.

Namun ada hal menarik di ujung masa jabatan sang wakil presiden yang diungkapkan ajudan dan orang-orang terdekatnya.

Dilansir Kliktrend.com dari Kanal YouTube Najwa Shihab pada Jumat (18/10/2019), para ajudan dan orang terdekatnya mengungkap rahasia yang selalu dibawa JK selama menjabat sebagai Wakil Presiden RI.

Trending: Dikenal Cerdas, Begini Fakta Mengejutkan Tentang Najwa Shihab

JK Sosok Politisi yang Cerdik

Jusuf Kalla adalah salah satu sosok politisi senior yang telah melanglang buana di dunia politik tanah air dalam tiga periode kepemimpinan.

Kiprahnya dalam membangun bangsa tidak bisa dipandang sebelah mata. Dalam berbagai persoalan, Jusuf Kalla hadir sebagai sosok pendamai yang menyejukkan banyak orang.

Di penghujung masa jabatannya, ada kisah-kisah menarik tentang Jusuf Kalla yang layak menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Kisah-kisah menarik JK kembali disaksikan dan dituturkan secara langsung oleh orang-orang yang mendampinginya selama menjalani masa jabatan.

JK dianggap sebagai senior dalam mengambil keputusan politik yang terbukti cerdik. Jejak langkah yang ditorehkan JK tentu saja tidak akan mudah terlupa, seperti yang diungkapkan berbagai sosok yang sempat mendampinginya.

Satu di antara yang memberikan kesaksian adalah Syafrudin, mantan ajudan JK yang kini telah menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara.

Bersama para cucu
JK bersama para cucunya/@jusufkalla

Trending: Sopir Pribadi Ungkap Sifat Asli Najwa Shihab

Kata Ajudan Tentang Jusuf Kalla

Ajudan JK, Syafrudin membeberkan kesaksiannya selama bersama wakil presiden Indonesia tersebut.

Syafrudin mengaku telah menjadi ajudan JK sejak masih mendampingi Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Ia juga mengaku telah menjalin kedekatan dengan Jusuf Kalla selama 11. Sudah 15 tahun kedekatan Jusuf Kalla dan Syafrudin terjalin, ia menyimpan tiga momen besar yang tidak bisa dilupakan saat mendampingi sang wakil presiden tersebut.

Jusuf Kalla Mempromosikan Batik
@jusufkalla

Tiga moment tersebut antara lain saat Jusuf Klla terpilih menjadi Wakil Presiden, Ketua Umum Golkar, dan Tsunami Aceh.

“Di situ momen-momen penting yang terkesan untuk saya. Itu merupakan tiga momen besar yang saling berdekatan waktu itu,” ungkapnya.

Meskipun Syafrudin sampai detik ini masih dianggap ajudan oleh Jusuf Kalla, ia tidak marah. Ia pun tak merasa keberatan, sebab hubungan mereka terjalin cukup baik.

“Padahal saya sudah bintang tiga di sana, ya tapi saya happy-happy saja karena memang saya juga masih merasa seperti ajudan,” ungkapnya.

Bersama JK, ia mengaku banyak belajar dan tahu betul cara berpolitik. “Pengalaman beliau lah yang mematangkan saya, hingga saya paham politik,” paparnya.

Sementara itu, kesaksian lain diberikan oleh juru bicara Jusuf Kalla, Husain Abdullah. Husain Abdullah diangkat oleh Jusuf Kalla sejak masih kuliah dan menjadi jurnalis di salah satu stasiun televisi swasta.

Kepala Staf Pemerintahan Afghanistan Abdullah Abdullah di Istana Wapres
JK bersama Kepala Staf Pemerintahan Afghanistan/@jusufkalla

TrendingDukung Aksi Mahasiswa, Ananda Badudu: Jokowi Bagian dari Masalah

Ajudan Ungkap Rahasia Jusuf Kalla

Husain menyampaikan, Jusuf Kalla memilik senjata dan barang-barang yang tidak bisa ditinggalkan.

“Pak JK memiliki senjata pamungkas. Kalau polisi ada pistolnya, kalau pak JK itu pulpen harus ada, dan catatan kecil atau kertas,” jelasnya.

Tetapi beda lagi senjata Jusuf Kalla yang diserahkan untuk dibawa ajudanya. “Kalau di tas ajudan beda lagi ada tiga senjata wajib yaitu kopiyah, sisir, serta buku UUD 45. Itu harus ada di dalam tas,” paparnya.

“Dan ada satu lagi yang tak kalah penting untuk pak JK yaitu kalkulator,” tambahnya.

Diungkapkan oeh Husain, kalkulator itu sangat berjasa. Sebab, kalkulator itu digunakan oleh pak JK saat memangkas biaya Asian Games dari semula 8 trilyun menjadi sekitar 5 trilyun,” ungkapnya.

Sementara itu, ia juga menyebutkan ada satu penunjang yang tak kalah penting dan tidak boleh ditinggalkan oleh Jusuf Kalla.

Penunjangnya adalah jam tangan. Sebab tanpa jam tangan, Jusuf Kalla bisa membuat bingung orang satu kantor.

“Itu kalau jam tangannya baterainya habis, itu bisa satu kantor yang kerepotan nyari,” ungkapnya.

Selanjutnya ketika ditanya oleh Najwa Shihab, jam tangan tersebut memang jadi favorit Jusuf Kalla.

Sebab modelnya yang tipis dan simpel, jam tangan tersebut bisa membawanya untuk tetap tepat waktu.*