KLIKTREND.com – Amien Rais, Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) mengkritik proyek kereta api cepat dengan sebutan kereta cebong. Selain itu dia mengkritik beberapa proyek besar seperti megaproyek reklamasi teluk Jakarta dan Meikarta.

Terkait proyek kereta api cepat Amien Rais menyindir dengan sebutan kereta cebong. “Kereta cebong, cepat bohong-bohongan. Rp 97 triliun belum selesai izinnya digasak semau-maunya,” kata Amien Rais di halaman ADI TV, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat, (22/2/2019).

[wonderplugin_video iframe=”https://www.youtube.com/watch?v=lbOMcoHURko” videowidth=600 videoheight=400 keepaspectratio=1 videocss=”position:relative;display:block;background-color:#000;overflow:hidden;max-width:100%;margin:0 auto;” playbutton=”https://www.kliktrend.com/wp-content/plugins/wonderplugin-video-embed/engine/playvideo-64-64-0.png”]

Baca juga: Istri Pertama Suami Bella Luna Gelar Jumpa Pers

Selanjutnya Amien menyinggung reklamasi teluk Jakarta sebagai pembangunan dengan dana sebesar Rp 200 triliun untuk membuat 17 pulau palsu. Padahal, di sekitar itu sudah ada ribuan pulau.

“Belum jadi apa-apa, iklannya sudah sampai di Beijing, Shenhzen, Shanghai. Untuk siapa, bukan untuk kita. Tapi untuk orang-orang itu,” kata dia dalam kuliah umum bersama Rocky Gerung.

Di awal pidato, Amien Rais menyebut ada bangsa-bangsa budak dan ada bangsa-bangsa tuan. Ia meminta supaya menjadi bangsa tuan di negeri sendiri. “Tidak boleh kita jual aset kita murah-murahan ke negeri asing. Ini saatnya kita menjadi bangsa yang mandiri,” kata Amien.*

Tempo )