KLIKTREND.com – Arumi Bachsin, istri Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim), Emil Elestianto Dardak, Senin (18/2) mendadak dilarikan ke rumah sakit di Surabaya. Dilansir Antaranews, Arumi Bachsin diketahui mengalami pendarahan pada kandungannya.

Mendengar kabar tersebut, Emil Dardak mengaku sangat terkejut. Orang nomor dua di Pemprov Jatim itu lalu meminta izin ke Gubernur Khofifah untuk tidak ikut mendampingi silaturahim ke Kejaksaan Tinggi Jatim.

“Sore tadi saya menemani Ibu Gubernur di Mapolda Jatim, tapi ditelepon oleh yang mendampingi Mbak Arumi katanya pendarahan sehingga harus dilarikan ke rumah sakit,” jelas Emil Dardak.

[wonderplugin_video iframe=”https://www.youtube.com/watch?v=YmejxsF0QEI” videowidth=600 videoheight=400 keepaspectratio=1 videocss=”position:relative;display:block;background-color:#000;overflow:hidden;max-width:100%;margin:0 auto;” playbutton=”https://www.kliktrend.com/wp-content/plugins/wonderplugin-video-embed/engine/playvideo-64-64-0.png”]

Baca jugaKhofifah dan Emil Dardak Resmi Pimpin Jawa Timur

Di rumah sakit, Arumi harus mendapatkan perawatan medis karena mengalami masalah pada kandungannya. Wanita yang pernah populer sebagai selebriti itu bahkan harus menginap untuk mendapatkan jaminan tindakan dari dokter.

“Saya sangat sedih, tapi Mbak Arumi orangnya kuat dan daya tahan terhadap sakit relatif tinggi. Alhamdulillah keadaannya baik,” lanjut Emil.

Sempat Diingatkan Gubernur Khofifah

Indikasi sakitnya Arumi, jelasnya, sudah diingatkan oleh Gubernur Jatim, Khofifah. Khofifah sempat melihat wajah Arumi yang tampak pucat saat proses serah terima jabatan Gubernur Jatim di DPRD Jatim.

Karena alasan itulah, Emil Dardak meminta istrinya untuk langsung kembali ke rumah proses serah terima jabatan Gubernur Jatim di DPRD Jatim.

Baca jugaUsai Keguguran, Arumi Bachsin Tetap Jalani Pelantikan

Lebih lanjut ia menjelaskan, saat mengetahui istrinya hamil, sejumlah pemeriksaan telah dilakukan. Pemeriksaan tersebut antara lain kontrol, cek USG hingga tes darah.

“Ada kondisi yang mana perkembangan embrio tidak sesuai harapan sehingga tubuh memiliki mekanisme sendiri dan biasanya terjadi di trimester pertama kehamilan,” paparnya.

Sementara itu, Direktur Ruma Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Kendangsari, dr Hermen, enggan berkomentar lebih dalam terkait kondisi kesehatan Arumi Bachsin dan soal kehamilannya. Dr Hermen menganjurkan agar wartawan menanyakannya langsung ke keluarga.

“Maaf, saya tidak berhak memberikan pernyataan dan biarkan komentarnya dari pihak keluarga saja,” tegasnya saat ditanya soal kemungkinan keguguran.*

(Antara)