KLIKTREND.com – Neutron Live Asia mengakui, pihaknya mengalami kerugian besar terkait konser Westlife yang digelar di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang beberapa waktu lalu.

“Di Palembang (kami adakan konser) rugi dan rugi besar sekali,” ujar Presiden Direktur Neutron Live Asia, Rendy ketika dikonfirmasi awak media, Sabtu (24/8/2019).

Ia mengaku, sebagai promotor utama konser Westlife di palembang, pihaknya merugi sampai Rp5 miliar. Padahal, biaya untuk mendatangkan Westlife dari Singapura ke Palembang mencapai Rp6 miliar.

TrendingSoal Calon Mantu, Liliana Tanoesoedibjo: Jangan Beneran Nol, Makan Apa Anak Saya Nanti?

Banyak Pintu Tikus Saat Konser Westlife

Rendy mengungkapkan, pihaknya rugi besar karena beberapa alasan. Pertama, dari 20 ribu tiket yang disediakan hanya sekitar 7 ribu yang terjual.

Kemudian banyaknya penonton yang bisa masuk ke venue tanpa membeli tiket karena ulah oknum-oknum yang ‘menyelundupkan’ para penonton tersebut tanpa persetujuan promotor.

“Rugi Rp5 miliar itu belum dihitung yang kebobolannya. Bisa lebih, belum dihitung totalnya. Kalau ditanya ada enggak oknum? Banyak. Masyarakat masuk dengan menyogok petugas keamanan, nonton tanpa beli tiket banyak,” paparnya seperti dilansir CNNIndonesia, Sabtu (24/8/2019).

Lebih jauh, Rendy juga mengeluhkan, ada banyak pintu tikus ke dalam stadiun yang menjadi tempat masuk penonton yang membayar tanpa membeli tiket.

“Banyak pintu tikus untuk masuk ke dalam stadion sama pegawai Jakabaring Sport City (JSC), petugas keamanan, oknum aparat juga,” jelasnya.

Konser Westlife di Palembang
Konser Westlife di Palembang – Instagram/@tyaranandahazzan

TrendingVideo Barbie Kumalasari Joget di Club Malam Viral, Begini Penjelasannya

Palembang Dinilai Belum Siap Gelar Event Besar

Rendy menilai, mentalitas tersebut menunjukkan bahwa Kota Palembang, Sumatera Selatan belum siap menggelar event besar seperti konser Westlife tersebut.

“Masih kurang dukungan dari pemerintah daerah dan pihak lainnya. Event sebesar ini lebih baik kita bawa ke kota lain. Lebih untung di Jakarta, di sana (konser Westlife) 2 jam sudah sold out. Hari kedua, sold out lagi cuma waktu 15 menit,” tambah Rendy.

Konser Westlife tersebut, ujar dia, harus menjadi pembelajaran bagi seluruh pihak. Baik masyarakat sebagai penonton, pejabat, aparat, dan pihak terkait lain agar bisa menghargai setiap karya konser.

Apabila hal tersebut terjadi pada konser di lain waktu, dirinya menilai Palembang tidak akan pernah siap menggelar konser internasional.

“Tiket adalah sumber mata pencaharian kita satu-satunya, selain sponsor ya. Kalau sponsor enggak dapat, kan cuma satu-satunya dari ticketing. Kalau tiket ini-itu, berarti berkurang lagi penghasilan kita,” ungkap Rendy.

TrendingVanessa Angel Ungkap Sering Digoda Pria Lewat Chat dan Telpon Pasca Keluar dari Penjara

Padahal ia mengakui, pihaknya menyuguhkan acara musik berkualitas internasional ke Palembang agar masyarakat Sumatera tidak perlu jauh ke Jakarta menyaksikannya.

Namun ia mengaku kapok menggelar konser di Palembang karena mentalitas para pihak yang terlibat serta masyarakat yang belum menghargai kerja keras promotor memboyong musisi kelas dunia dengan tidak membeli tiket.

Saya rasa promotor-promotor beberapa hari ini bicara semuanya. Menyimpulkan memang kota ini (Palembang) belum siap. Mungkin butuh 10 tahun lagi Palembang sudah berubah, baru ada investor yang baru lagi membawa konser musik seperti ini,” tegasnya.*