KLIKTREND.com – Persoalan ikan asin membuat Galih Ginanjar dibui hingga sang istri, Barbie Kumalasari menangis.

Tangisan Barbie pecah saat membahas kasus ikan asin yang membuat sang suami harus masuk penjara.

Barbie pun menyesal dengan kasus yang telah menimpa sang suami. Barbie Kumalasari juga sangat menyesal mengapa peristiwa seperti ini bisa menimpa suami siri tercinta.

Trending: Galih Ginanjar Ditahan, Fairuz Kirim Pesan Untuk Hotman Paris

Galih Ginanjar Dibui Karena Ikan Asin

Barbie yang mengaku berprofesi sebagai advokat itu bersikeras menganggap bahwa Galih Ginanjar bukan orang yang pantas disalahkan. Pasalnya, ia hanya berniat silahturahmi ketika Rey Utami dan Pablo Benua membuat video ‘ikan asin’.

“Sebenernya kan seperti itu (menyesal), kalau nggak ada mereka nggak gini. Karena kalau Galih juga nggak pernah kayak gini, udah baik-baik aja. Mereka udah cerai dari tahun 2014 kalau nggak salah,” ujar Barbie Kumalasari saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jumat (12/7/2019).

“Kejadian ini spontanitas datang ke sana bukan bikin vlog juga untuk silahturahmi ngobrol-ngobrol masalah bisnis, apa mereka juga punya management vlog, jadi bukan niat bikin vlog,” lanjutnya.

“Kita juga nggak dibayar, tapi itulah. Aku juga baru kenal kalo kaya gini sampai dilibatkan sampai ada masalah ya mau gimana,” sambungnya lagi seraya terus mengeluarkan air mata.

Trending: Pamer Tokoh Perhiasan Miliknya, Barbie Kumalasari Dapat Komentar Pedas dari Pemilik Toko

Barbie Kumalasari pun yakin bahwa Galih Ginanjar adalah orang yang baik. Ia menyebut mantan suami Fairuz A Rafiq itu tak mungkin berniat jahat kepada siapapun.

“Padahal Galih orangnya baik banget, mungkin bisa ditanya deh sama orang-orang yang kenal Galih. Kalau Galih mau niat jahat mungkin sudah dari dulu gitu loh,” kata Barbie Kumalasari terisak.

Trending: Pernah Mengaku Museum Sebagai Rumah Pribadi, Ternyata Ini Kediaman Asli Barbie Kumalasari

Meski begitu sedih, Barbie Kumalasari tetap ikhlas mendampingi Galih Ginanjar menghadapi kasusnya. Ia pun berharap Galih Ginanjar baik-baik saja selama mendekam di Rutan Polda Metro Jaya.*