KLIKTREND.com – Isu tentang Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan pimpin Partai Demokrat (PD) menggantikan SBY ramai beredar di WahatsApp atau WA.

Kabarnya Komandan Kogasma PD tersebut segera mengambil alih tahta Ketua Umum Partai Demokrat lantaran SBY fokus mendampingi Ani Yudhoyono yang sedang dirawat di Singapura.

Benarkah AHY akan pimpin PD gantikan SBY? Berikut ini pesan tentang kebar tersebut yang beredar di WA.

Inponya: AHY akan menjadi Ketua Umum Partai Demokrat. Karena ketua Umum dan Ketua Dewan Pembina sedang sibuk di LN. Sekjen dan Bendum sibuk nyaleg. Maka Ketua Umum diserahkan kepada AHY persisnya pada 1 Maret nanti. Wallahu alam bishawab

[wonderplugin_video iframe=”https://www.youtube.com/watch?v=ElUWIT2tXzA” videowidth=600 videoheight=400 keepaspectratio=1 videocss=”position:relative;display:block;background-color:#000;overflow:hidden;max-width:100%;margin:0 auto;” playbutton=”https://www.kliktrend.com/wp-content/plugins/wonderplugin-video-embed/engine/playvideo-64-64-0.png”]

Baca juga: Ini Dua Nama Calon Pengganti Wagub DKI Jakarta, Sandiaga

Ketum Diputuskan di Kongres

Menanggapi kabar itu, Wasekjen PD Andi Arief menepis isu liar tersebut. Andi menegaskan posisi Ketum hanya bisa diputuskan lewat forum Kongres Partai dan agenda tersebut tidak akan diselenggarakan dalam waktu dekat.

“Ketum kan nanti di kongres. Ketum akan dipilih di kongres,” kata Andi Arief, Senin (25/2/2019).

Namun rupanya kabar itu tak sekadar kabar burung belaka. Andi mengatakan memang ada keinginan dari para kader dan pimpinan DPD PD di daerah agar SBY berfokus mengurus Ani Yudhoyono yang sakit kanker darah. Ada suara yang berharap AHY berperan lebih banyak lagi.

“Memang sekarang ada keinginan DPD dan kader agar SBY konsentrasi mengurus Ibu Ani, lalu AHY memimpin kemenangan pileg. Jadi cuma konsentrasi menang pileg. Ketum tetap SBY sampai kongres 2020,” sebut Andi.

Andi mengungkapkan kader Partai Demokrat tak mungkin memaksa SBY mengurusi pemilihan legislatif ketika Bu Ani tengah sakit. Lagi pula, kata Andi, keinginan tersebut masih sebatas wacana, belum ada keputusan apa pun.

“Dalam mengurus Ibu Ani tidak mungkin kader dan partai memaksa SBY untuk menjalankan tugasnya menghadapi pileg ini. Ibu Ani, selain istri Pak SBY, merupakan belahan jiwa partai. Kami semua ingin Ibu Ani segera sembuh dan partai tetap bersinar. Keinginan kader dan DPD belum diputuskan oleh SBY. Baru wacana,” ucap Andi.*

Detik )