KLIKTREND.com – Seorang perempuan berpura-pura hamil demi menyelundupkan kucing. Perempuan tersebut diduga pencuri kucing dari Hongkong yang mencoba menyelundupkan dua ekor kucing Persia curiannya lewat bandara di Taiwan.

Dia menyembunyikannya hewan tersebut di dalam bajunya sehingga terlihat sedang hamil. Demikian laporan media setempat Selasa, (19/2/2019).

Upaya penyelundupan tersebut membuat aparat keamanan di Bandara Taoyuan menggelar investigasi menyeluruh.

Baca juga: Arumi Dilantik Jadi Ketua PKK Jatim Usai Keguguran

Mereka ingin mengetahui bagaimana perempuan itu bisa melewati pemeriksaan keamanan tanpa ketahuan membawa kucing yang akan diselundupkan.

Sejumlah media Taiwan mengatakan, polisi menerima rekaman video dari bandara yang memperlihatkan saat perempuan itu masuk ke kamar kecil sambil membawa tas berwarna putih.

Namun, saat keluar kamar kecil perempuan itu terlihat lebih gemuk dibanding saat dia baru masuk.

[wonderplugin_video iframe=”https://www.youtube.com/watch?v=cRaTH1r7UfM” videowidth=600 videoheight=400 keepaspectratio=1 videocss=”position:relative;display:block;background-color:#000;overflow:hidden;max-width:100%;margin:0 auto;” playbutton=”https://www.kliktrend.com/wp-content/plugins/wonderplugin-video-embed/engine/playvideo-64-64-0.png”]

Kucing Hilang Saat Jam Makan

Pemilik kucing Chang Chin-yi, kepada AFP mengatakan, kedua kucing persia bernama Anggi dan Da Lili itu dicuri pada 5 Februari lalu.

“Kejadiannya tepat di saat jam makan. Saya masuk ke rumah membawa mangkuk berisi makanan. Saat itulah saya mengetahui kedua kucing itu sudah hilang,” kata Chang.

Chang tinggal di sebuah apartemen di kawasan elite New Taipei City bersama 40 ekor kucing persianya yang harganya bisa mencapai 3.300 dollar AS.

Chang langsung mencurigai seorang perempuan Hong Kong yang berencana membeli Anggi dan pernah menginap di rumahnya sebulan lalu. Saat itu, Chang berubah pikiran dan tidak jadi menjual Anggi kepada perempuan itu.

Dia khawatir Anggi tak terawat karena perempuan itu sudah memiliki kucing.

“Saat itu dia marah, menangis, dan berteriak histeris lewat telepon saat saya tak jadi menjual kucing itu,” kenang Chang.

Kamera CCTV di luar apartemen Chang memperlihatkan perempuan itu pergi lewat pintu samping sambil membawa seekor kucing sebelum memasukkannya ke dalam sebuah tas putih.

Baca juga: Ketika Della Perez Terlibat Jaringan Prostitusi Online

Sementara itu, kepolisian New Taipei City memastikan memberlakukan kasus ini sebagai kasus perampokan. Namun, kepolisian mengaku menghadapi kesulitan karena Hong Kong dan Taiwan tak memiliki perjanjian ekstradisi.

Chang mengatakan, dia berencana pergi ke Hong Kong beberapa hari ke depan untuk melakukan langkah-langkah hukum. Sejauh ini tidak diketahui nasib Anggi dan Da Lili.

Sesuai aturan, semua kucing yang masuk ke Hong Kong harus dikarantina setidaknya empat tahun atau terancam disuntik mati. Sementara Taiwan hanya menerima kucing dan anjing dari Hong Kong yang sudah memiliki sertifikat bebas dari rabies.*

Kompas )