KLIKTREND.com – Saat debat Pilpres yang kedua tengah berlangsung, terdengar suara ledakan di luar arena debat. Ledakan terjadi di lokasi debat terjadi di sekitar Hotel Sultan, Jakarta, Minggu, (17/2/2019) pada pukul 20.10 WIB.

Mendengar suara ledakan tersebut, beberapa pendukung capres yang berada di sekitar area parkir timur merasa panik. Ketika ledakan terjadi, beberapa mobil juga berbunyi.

Salah seorang saksi, Tina, mengatakan awalnya mengira ledakan yang terjadi adalah ban yang meletus. Namun saat detik-detik ledakan terjadi, ia melihat ada sebuah mobil yang melintasi lokasi tersebut.

[wonderplugin_video iframe=”https://www.youtube.com/watch?v=QMzFbzvypto” videowidth=600 videoheight=400 keepaspectratio=1 videocss=”position:relative;display:block;background-color:#000;overflow:hidden;max-width:100%;margin:0 auto;” playbutton=”https://www.kliktrend.com/wp-content/plugins/wonderplugin-video-embed/engine/playvideo-64-64-0.png”]

Baca jugaLedakan Terjadi di Luar Arena Debat Capres yang Kedua

Polisi: Bukan Ledakan Bom, Tetapi Petasan

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono menyebut suara ledakan di lokasi nonbar debat capres di Parkir Timur (Parkit) Senayan berasal dari suara petasan.

“Ini bukan bom, tapi ini petasan, kami akan lakukan penyelidikan lebih lanjut,” kata Gatot dalam konferensi pers, Minggu (17/2).

Gatot juga menyatakan polisi telah memeriksa CCTV detik-detik ledakan terjadi sebelum mengambil kesimpulan bahwa suara ledakan berasal dari petasan. Polisi masih mendalami peristiwa ini untuk mencari pelaku.

Baca jugaPrabowo: Harga Daging dan Beras Indonesia Tertinggi di Dunia

Polisi juga menyatakan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

“Tidak ada korban manusia maupun materi, tidak ada sama sekali,” kata Gatot.

Sebelumnya suara ledakan terdengar persis ketika debat kedua capres dimulai sekitar pukul 20.00 WIB. Diperkirakan suara berlokasi di radius 100 meter dari lokasi nobar pendukung Joko Widodo yang berkumpul di area utara parkir timur Senayan.

Polisi telah menutup lokasi sumber ledakan dan menurunkan tim gegana untuk melakukan penyisiran.*

(CNN)