KLIKTREND.com – Tiga orang pendaki ditemukan meninggal di Gunung Tampomas, Sumedang, Jawa Barat. Diduga, hipotermia telah merenggut nyawa ketiganya.

Ketiganya ditemukan terbujur kaku menggunakan kaus dan celana panjang basah di dalam tenda yang berlokasi di area pos 4 Gunung Tampomas, Minggu (3/3/2019).

“Saat ditemukan tubuh para korban seperti meringkuk menahan dingin,” ungkap Humas dan Protokoler Basarnas Kantor SAR Bandung Joshua Banjarnahor.

[wonderplugin_video iframe=”https://www.youtube.com/watch?v=C61ZiIzoUcc” videowidth=600 videoheight=400 keepaspectratio=1 videocss=”position:relative;display:block;background-color:#000;overflow:hidden;max-width:100%;margin:0 auto;” playbutton=”https://www.kliktrend.com/wp-content/plugins/wonderplugin-video-embed/engine/playvideo-64-64-0.png”]

TrendingHotman Paris Buka Fakta 25 Teman Kencan Lucinta Luna

Korban hanya membawa pakaian yang menempel di tubuhnya. “Mereka ala kadarnya. Pakai kaus dan celana. Dugaan sementara (penyebab meninggal) karena hipotermia,” tutur Joshua.

Menurutnya, hipotermia akan cepat menyerang saat pakaian dalam kondisi basah. Apalagi, saat itu angin di Gunung Tampomas bertiup cukup kencang.

“Jadi potensi terkena hipotermia akan meningkat ketika pendaki juga mengenakan pakaian basah,” imbuhnya.

Diduga Hipotermia, Bukan Tersambar Petir

Para remaja lelaki tanpa identitas itu diketahui membawa tas. Namun saat diperiksa petugas, isi tasnya tidak dilengkapi perlengkapan berkemah pada umumnya. Mereka berada di gunung tersebut sejak Sabtu (2/3) malam.

“Enggak bawa pakaian ganti, jaket atau sleeping bag,” jelas Joshua.

Ia juga menuturkan, ketiga jasad tersebut berkaus basah di dalam tenda. Tubuhnya terbujur kaku.

“Dugaan sementara karena hipotermia, bukan tersambar petir. Datanya belum diketahui karena tidak ditemukan kartu identitas. Usia mereka belasan tahun,” ujar Joshua.

TrendingAyah Wakili Wisuda Anaknya yang Meninggal Setelah Skripsi

Menurut dia, proses evakuasi tiga jasad remaja asal Indramayu ini melibatkan tim gabungan dari personel Basarnas, BPBD Kabupaten Sumedang, Polsek Cimalaka, Sumedang Mandiri Rescue dan Puskesmas Cimalaka.

“Korban langsung dibawa menggunakan ambulans menuju RSUD Sumedang,” kata Joshua.* (Detik)

 

View this post on Instagram

 

Baru saja Kami dan Tim SAR Gabungan lainnya mengevakuasi Korban yg diduga terkena Hipotermia di Gunung Tampomas. Kami menghimbau untuk para pendaki lebih waspada disaat musim hujan seperti ini. Adapun cara penanganan korban hipo yg tak sadarkan diri 1. Bawa ke dalam tenda. Tujuannya untuk menjaga dari angin yang berhembus, tenda juga adalah tempat yang cukup hangat ketika berada di alam bebas. 2. Ganti baju basah secara perlahan. Penggantian baju dilakukan dengan perlahan, pastikan tidak terburu-buru. 3. Masukan ke dalam sleeping bag. Untuk menjaga panas tubuh yang tersisa tidak mudah lepas begitu saja. 4. Berbagi panas tubuh. Bisa dilakukan dengan cara memegang tangan atau memeluknya. Panas tubuh akan mudah berpindah ketika menempel ke tubuh lainya (kulit ketemu kulit). Pastikan Anda mengetahui etikanya ketika melakukan hal ini. 5. Sadarkan korban. Cara menyadarkannya bisa dengan menepuk-nepuk pipi atau dengan memanggil namanya. Ketika korban sudah sadar, Anda bisa melakukan langkah penanganan korban hipotermia ketika sadar. . . . #basarnas #kantorsarbandung #pendakigunung #hipotermia #tampomas

A post shared by Joshua Banjarnahor (@banjarnahor) on