KLIKTREND.com – Nama mertua Syahrini, Rosano Barack pernah menjadi topik perbincangan publik lantaran diduga merugikan uang negara Rp 281 miliar.

Usai sang anak, Reino Barack menikahi Syharini pada tanggal 27 Februari lalu di Jepang nama Rosano Barack sempat menjadi pemberitaan media.

Kini nama mertua Syahrini itu kembali disoroti netizen terkait keterlibatannya dalam kasus pipanisasi yang merugikan negara miliaran rupiah beberapa waktu silam.

Trending: Beginilah Sosok Rosano Barack, Calon Mertua Syahrini

Tentang Mertua Syahrini

Meski nama Rosano Barack asing bagi masyarakat awam, namun siapa sangka ternyata mertua syharini ini akrab di telinga pengusaha hebat tanah air.

Pasalnya, Rosano Barack dikenal sebagai pengusaha sukses dan memegang jabatan tertinggi di beberapa perusahaan besar tanah air.

Rosano merupakan salah satu pendiri sekaligus pemegang saham di PT Global Mediacom Tbk. Sebagaiman yang dikutip media ini dari Tribun Style, pada Senin (3/12/19).

PT Global Mediacom merupakan perusahaan investor terutama perusahaan media, juga telekomunikasi.

Di perusahaan tersebut, Rosano Barack memegang jabatan penting, yakni sebagai Vice President Director.

Selain menjadi Vice President Director PT Global Mediacom, Rosano juga memegang jabatan penting di 4 perusahaan besar lain di Indonesia.

Diantaranya, President Commissioner PT Panasonic Manufacturing Indonesia, President Director PT Nusadua Graha Internasional.

President Director PT Plaza Indonesia Realty Tbk, komisaris PT Panasonic Gobel Indonesia, dan PT Jabazeka Plaza Indonesia.

Syahrini bersama mertua dan Reino Barack
@princessyahrini

Trending: Syahrini Diramal Pernah Menikah dengan Suami Orang, Ini Kata Warganet

Kronologi Persoalan yang Melibatkan Rosano Barack

Dibalik namanya yang meroket di beberapa perusahan, ternyata Rosano Barack justru pernah tersandung kasus Pipanisasi pengangkutan BBM di Pula Jawa pada awal tahun 2000-an silam hingga merugikan uang negara.

Pada saat itu, Rosano menduduki jabatan sebagai direktur utama PT Triharsa Bimanusa Tunggal (TBT), periode 1997 – 1998.

Rosano Barack ditetapkan sebagai tersangka utama dalam kasus dugaan korupsi skandal proyek Pipanisasi Jawa senilai 306 Juta dollar Amerika, dikutip dari laman Hukumonline.com, Selasa (3/12/19).

Dalam kasus tersebut Reino Barack tidak Cuma sendiri akan tetapi bersama dengan Faisal Abdaoe Direktur Utama Pertamina yang juga menjadi tersangka.

Kasus skandal Pipanisasi yang menyeret ayah mertua Syahrini tersebut berawal dari penunjukkan proyek Pipanisasi Jawa oleh Pertamina kepada PT TBT tanpa mengacu pada Keppres No. 29 Tahun 1994.

Pada kontrak itu, Rosano Barack menyepakati untuk menyediakan seluruh anggaran proyek tanpa harus membebani pihak Pertamina.

Perjanjian antara PT TBT dan pihak Pertamina tertuang dalam Deal Transfer Agreement (DTA).

Dalam peraturan tersebut telah tertulis bahwa pembayaran kompensasi proyek akan melalui sistem trought see agreement.

Dengan peraturan yang telah dibuat, aliran minyak akan mengalir dalam pipa tersebut selama 10 tahun konsesi, dan setelah selesai akan diserahkan kepada Pertamina.

Namun, Rosano Barack menyerahkan proyek tersebut kepada Pertamina, sebelum merampungkannya.

Rosano Barack bardalih bahwa saat itu perusahaannya tak mampu lagi membiayai proyek tersebut, karena susahnya pinjaman dana dari luar negeri.

Rosano Barack bersama Syahrini dan Reino Barack
@princessyahrini

Trending: Syahrini Takut Bau Asap Saat Makan, Ini yang Dia Lakukan

Rugikan Uang Negara

Terkait persoalan yang merugikan uang negara itu, Rosano Barack juga beralasan bahwa adanya pembatasan yang dilakukan oleh pemerintah dalam bentuk Keppres No. 31 tahun 1991 tentang ketentuan tender proyek, menjadi hambatan pada proyek Pipanisasi Jawa.

Selain memutuskan sepihak perjanjian dengan Pertamina, PT TBT juga melakukan klaim terhadap proyek kepada Pertamina sebesar 14,48 persen dari seluruh proyek yang telah dikerjakan oleh PT TBT.

PT TBT juga melakukan klaim berupa work value design engineering sebesar 31 juta dollar Amerika.

Namun, dari perhitungan Pertamina, nilai kerja PT TBT hanya sebesar 6 persen atau sekitar 14 juta dollar Amerika.

Dari kasus tersebut, menyebabkan kerugian uang negara sebesar USD 17 juta atau sekitar Rp 239 miliar hingga USD20 juta atau sekitar Rp 281 miliar.

Klaim tersebut pun langsung dikabulkan pihak Pertamina tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu, yang membuat proyek tersebut menjadi beban yang harus ditanggung negara.

Dinyinyir Netizen

Kasus yang menyeret nama Rosano Barack ini kembali mencuat ke publik setelah Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok resmi dilantik sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) beberapa waktu lalu.

Setelah mencuat ke permukaan skandal kasus mertua syharini menuai nyinyiran dari masyarakat dunia maya (Netizen).

Ahok jadi Komisaris Utama PT Pertamina
Foto/TribunNews

Dilansir dari laman Tribun Palembang, netizen pun ramai menyindir mertua Syahrini bakal kena ciduk, karena Ahok kini menjadi Komisaris Utama PT Pertamina.

Sindiran tersebut dilontarkan netizen di laman Instagram @danu99nyinyir.

Ahok memang diberi mandat oleh Presiden Jokowi untuk meningkatkan produksi minyak agar mengurangi import, serta memberantas mafia migas yang ada di Indonesia.

“Ayo pak Ahok penjarain semua tuh mafia migas sampai ke anak dan menantunya, mereka juga menikmati hasil dari mertua yang jadi mafia,” komentar @oktarinif.

“Aman-aman selama ini dah ga ke up hartanya, eh ada yang pamer, astaga nyesel jadi mertua,” tulis @oepiekpoenya.

“Mamam tuh mamam, nggak bisa jadi gembong mafia lagi dong,” komentar niarra.hayu.*