KLIKTREND.com – Duet Claudia Santoso dan Alice Merton dalam ajang bergengsi The Voice of Germany musim 9 membuat penonton histeris.

Claudia yang merupakan finalis dan mendapat juara 1 di The Voice of Germany berduet bersama mentornya Alice Merton hingga membuat penonton di studio bersorak.

Hal ini dilihat dari tayangan di Kanal YouTube The Voice of Germany – Offiziell yang dipublikasikan pada Senin (11/11/2019).

TrendingClaudia Santoso, Mahasiswi Indonesia yang Juarai The Voice of Germany

Menyanyikan Lagu Goodbye

Melalui tayangan di Kanal YouTube The Voice of Germany – Offiziell tersebut, Claudia Santoso dan Alice Merton menyanyikan lagu “Goodbye”.

Suara merdu keduanya pun mengundang sorak dan membuat penonton satu studio histeris. Nama Claudia pun menggema di studio usai menyanyikan lagu tersebut.

Diketahui Lagu Goodbye merupakan salah satu lagu ciptaan Alice Merton bersama Nicolas Rebscher, komposer ternama yang juga bekerjasama dengannya di lagu “No Roots”.

Di akhir lagu, tampak keduanya saling berpelukan. Terlihat Claudia menitikan air mata saat berpelukan dengan mentornya tersebut.

Foto /@alicemerton
Foto /@alicemerton

Trending: Sempat Trending, Claudia Kini Masuk Final The Voice of Germany

Siapakah Alice Merton

Nama Alice Merton serentak menjadi familiar di kalangan masyarakat Indonesia sejak menjadi mentor dari Claudia Santoso dalam ajang pencarian bakat The Voice of Germany 2019.

Siapa sih penyanyi cantik yang berhasil menciptakan lagu menyentuh berjudul “Goodbye” yang dibawakan Claudia di babak final itu?

Penyanyi kelahiran Kanada Merton yang lahir di Jerman pada 13 September 1993 ini menghabiskan sebagian besar waktu kecilnya di Kanada.

Dia kembali ke Jerman saat beranjak remaja. Merton tercatat cukup sering berpindah-pindah tempat tinggal.

Dari Inggris hingga Amerika Serikat, pernah menjadi tempat hidup gadis 26 tahun tersebut.

Alice Mentor Claudia
Foto /@alicemerton

Trending: Suara Claudia Santoso Berhasil Memukau Warga Jerman

Penyanyi kelahiran Kanada

Dilansir dari Kompas.com, Merton yang lahir di Jerman pada 13 September 1993 ini menghabiskan sebagian besar waktu kecilnya di Kanada.

Dia kembali ke Jerman saat beranjak remaja. Merton tercatat cukup sering berpindah-pindah tempat tinggal.

Dari Inggris hingga Amerika Serikat, pernah menjadi tempat hidup gadis 26 tahun tersebut.

Trending:Video Kapolsek Berlutut Memohon di Hadapan Massa Viral, Begini Kisahnya

Musik dipengaruhi era 1980-an

Meski lahir pada era 1990-an, sebagian besar musik Merton dipengaruhi dari musik-musik MTV tahun 1980-an.

Tidak hanya INXS, tetapi juga Michael Jackson, Eurythmics, Heart, Duran Duran dan Queen. Bisa dibilang lagu dari albumnya yang tak terpengaruh musik era 1980-an adalah “Honeymoon Heartbreak”.

TrendingViral Kisah Kevin Sunti, Putra Flores yang Jadi Perwira U.S. Air Force

Suara Merton banyak Dipuji

Dilansir New York Times, suara lembut Merton banyak mendapat pujian. “Merton memiliki suara alami dan dari hati, yang tetap menakjubkan saat menggaungkan kekuatan vokal seperti Adele dan Florence Welch,” tulis mereka.

Penyanyi dan penulis lagu Disaat penyanyi lain yang sukses dengan lagu pertama akan sibuk dengan berbagai wawancara dan tampil di televisi, Alice justru tak hanya sibuk dengan hal itu.

Trending: Viral Tangis Pengantin Wanita Pecah Usai Diraba Mempelai Pria, Begini Kejadiannya

Penyanyi dan Penulis Lagu

Disaat penyanyi lain yang sukses dengan lagu pertama akan sibuk dengan berbagai wawancara dan tampil di televisi, Alice justru tak hanya sibuk dengan hal itu.

Penyanyi 26 tahun ini juga disibukkan dengan kegiatan menulis dan merekam lagu setiap kali ada waktu luang untuk album debutnya.

Lagu “Goodbye” yang dinyanyikan Claudia Emmanuela Santoso juga merupakan ciptaannya bersama Nicolas Rebscher.

Alice Merton
Foto /@alicemerton

Peraih tujuh Platinum Awards

Alice, dilansir dari laman resminya Alice Merton, tercatat meraih tujuh Platinum Awards untuk singel debutnya berjudul “No Roots” di Jerman, Prancis, Italia, Polandia, Swiss, Austria dan Turki.

Alice juga memenangi Echo Award, EBBA, dan dua penghargaan pop culture. Lagu tersebut pun sukses berada di puncak tangga lagu Billboard Alternative Song di Amerika Serikat.

Selain itu, “No Roots” masuk dalam 10 tangga lagu sembilan negara, didengar lebih dari 300 juta kali, dan terjual lebih dari jutaan kali yang membuatnya mampu mencapai platinum di tujuh negara.*