KLIKTREND.com – Ada bermacam cara yang dilakukan untuk memakamkan tubuh orang yang mereka cintai  yang meninggal. Salah satu cara yang populer adalah Kremasi.

Biasanya, abu kremasi akan dimakamkan atau ditaburkan di suatu tempat. Sekarang ada cara unik untuk menyimpan abu tersebut. Yakni dengan mengubahnya menjadi berlian.

Hal ini mungkin dapat dilakukan karena adanya karbon di tubuh manusia. Karbon adalah elemen atom terbanyak ke dua di tubuh manusia.  Sedangkan berlian sendiri terbuat dari karbon yang mengkristal.

Trending: Terkuak, Begini Cara Mengubah Abu Jasad Menjadi Berlian

Ada lima perusahaan yang mempunyai layanan yang unik membuat berlian dari abu manusia. Salah satu yang terkenal adalah Algordanza di Swiss.

Layanannya ada di 33 negara, dan pada 2016 perusahaan itu telah menjual sekitar 1000 berlian dari abu manusia.

“Ini memberi kesempatan bagi seseorang untuk menjaga orang yang dia cintai selamanya,” kata Christina Matoia, juru bicara Algordanza cabang AS, kepada Bussiness Insider.

Perusahan ini menggunakan panas dan tekanan ekstrem untuk mengubah jasad manusia, terkadang hewan peliharaan, menjadi sebuah berlian.

[wonderplugin_video iframe=”https://www.youtube.com/watch?v=i4jjm3l-PkA” videowidth=600 videoheight=400 keepaspectratio=1 videocss=”position:relative;display:block;background-color:#000;overflow:hidden;max-width:100%;margin:0 auto;” playbutton=”https://www.kliktrend.com/wp-content/plugins/wonderplugin-video-embed/engine/playvideo-64-64-0.png”]

Trending: Intip Kemesraan Millen Cyrus dan Hotman Paris di Bali

Memerlukan 500 gram abu kremasi untuk menjadi berlian

Fakta tentang proses pembuatan berlian ini dimulai dengan kremasi. Proses kremasi bisanya menghasilkan abu dengan berat antara 2,2 kilogram sampai 4,5 kilogram. Kebanyakan dari abu itu mengandung karbon yang akan menjadi bahan bagi berlian.

Martoia menjelaskan bahwa Algordanza memerlukan minimal 500 gram abu sisa kremasi untuk dibuat jadi berlian. Menurut Martoia, di 500 gram itu ada cukup karbon untuk membuat sebuah berlian.

Ketika Algordanza menerima abu, seorang teknisi akan mengambil sampel abu tersebut dan membawanya ke sebuah oven spesial. Ini untuk melihat apakah ada cukup karbon untuk diubah menjadi berlian.

Jika kandungan karbon di abu tidak cukup, mereka bisa menggunakan karbon dari rambut untuk menutup kekurangannya.

Selanjutnya, karbon diekstrak dan dimurnikan dari senyawa lain, seperti garam. Martoia menjelaskan bahwa pada proses ini timnya menggunakan senyawa.*