Gletser Gunung Everest Mencair, Ratusan Mayat Ditemukan

KLIKTREND.com – Pemanasan global yang semakin meningkat, menyebabkan sejumlah lapisan es dan gletser di beberapa tempat cair dengan cepat.

Salah satunya adalah Gunung Everest. Gletser Gunung yang  dikenal memiliki tantangan  besar bagi para pendaki di seluruh dunia dan banyak merenggut nyawa ini turut cair seiring dengan meningkatnya suhu global.

“Karena pemanasan global, lapisan es dan gletser mencair dengan cepat.” Kata Ang Tshering Sherpa, mantan presiden Asosiasi Pendaki Gunung Nepal.

[wonderplugin_video iframe=”https://www.youtube.com/watch?v=8Qr9y3wNtD0″ videowidth=600 videoheight=400 keepaspectratio=1 videocss=”position:relative;display:block;background-color:#000;overflow:hidden;max-width:100%;margin:0 auto;” playbutton=”https://www.kliktrend.com/wp-content/plugins/wonderplugin-video-embed/engine/playvideo-64-64-0.png”]

Trending: Tampil Terbuka Di Atas Panggung, Lucinta Luna Dihujat Netizen

Diketahui, Gunung dengan tinggi 29 ribu kaki, setara dengan 8 kilometer di atas permukaan laut (kmdpl) ini memiliki tekanan udara yang tinggi menyulitkan pendaki untuk bernapas. Selain itu permukaan yang curam menyulitkan pendaki untuk berpindah ke shelter lain.

Pendakian Everest dimulai sejak tahun 1990 dan mencatat rata-rata 300 orang meninggal dunia pada zonasi tertinggi atau zona kematian.

Banyak mayat ditemukan di titik perkemahan tertinggi yang juga disebut zona kematian yang berada pada ketinggian 26 ribu kaki (7 kilometer).

Kematian para pendaki di area tersebut  disebabkan oleh berbagai faktor seperti tertimpa longsoran salju, terjatuh, kelelahan hingga hipotermia. Jenazah para pendaki akan mengalami mumufikasi seiring dengan suhu dan embusan ekstrem.

Cairnya Gletser Gunung Everest turut menguak sisa apapun yang terkubur di bawah es selama berbulan-bulan termasuk jenazah para pendaki yang meninggal.

Trending: Begini Perlakuan Ariel NOAH Pada Putri Semata Wayangnya

Sulitnya proses evakuasi dan tidak adanya bantuan dari pemerintah

Banyaknya jenazah yang ditemukan seiring dengan cairnya gletser Gunung Everest mengharuskan usaha yang keras untuk mengevakuasi jenazah.

Selama proses evakuasi, penyelamat harus mengeluarkan jenazah dari es dan bobot mayat naik dua kali lipat. Proses ini sangatlah sulit, setidaknya dalam satu tim, yang terdapat delapan orang.

Karena kesulitan evakuasi dan kendala biaya, Bendahara Asosiasi, Tenzeeng Sherpa, mengatakan bahwa tidak semua mayat yang ditemukan bisa dievakuasi.

“Sebagian besar mayat yang kita bawa ke kota, tetapi yang tidak bisa kita bawa kita hormati dengan berdoa untuk mereka dan menutupi mereka dengan batu atau salju.”

Dia menyesali kurangnya tindakan pemerintah dalam menangani mayat yang ditemui di gunung. “Kami belum melihat pemerintah mengambil tanggung jawab apa pun,” katanya.*

Kompas )

Terkini

Gratis Berlangganan

Dapatkan update trending topic Indonesia terkini dengan gratis berlangganan artikel Klik Trend.