KLIKTREND.com – Ada yang seru di Pilpres 2019 kali ini. Masing-masing kandidat saling klaim kemenangan. Tak jarang para pendukungnya juga aktif memandu sorak baik di dunia nyata, maupun di dunia maya.

Berdasarkan hasil sementara hitung cepat atau quick count pemilihan presiden 2019 menyatakan pasangan calon presiden nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf, menang.

Dalam hitung cepat Charta Politica, hingga pukul 16.50, dengan perolehan masuk sementara 81,90 persen, Jokowi menang 54,37 persen suara. Capres nomor urut 02 harus puas dengan 42,63 persen suara.

Trending: Heboh, Jokowi Menang di Markas FPI dan Keluarga Rizieq Shihab

Hasil tersebut berbeda dengan di dunia maya. Di dunia maya, khususnya Twitter, pendukung Prabowo-Sandiaga belum legawa dengan hasil hitung cepat sementara tersebut.

Tagar #IniCurang, kubu Prabowo memberikan perlawanan. Hingga Pukul 16.00, satu jam selepas hasil hitung cepat dipublikasikan, tagar itu telah digaungkan lebih dari 5.600 kali, menjadi salah satu topik trending di Indonesia.

Trending: Sandiaga Uno Kalah di Kandang Sendiri, Ini Hasilnya

Alternatif Perlawanan

Ismail Fahmi, pencipta Drone Emprit, perangkat analisis media sosial, menyebut tagar itu tak ubahnya sebagai alternatif perlawanan pendukung 02.

Menurut Ismail, itulah satu-satunya yang bisa diperbuat saat ini. “Dulu mereka menyalahkan server KPU, kini tidak,” kata Ismail kepada Tirto. Perlawanan pendukung Prabowo dengan tagar #IniCurang adalah bentuk betapa militan kubu ini dalam gelaran Pilpres 2019.

Sebelum tagar #IniCurang digaungkan, menurut penelusuran Drone Emprit, kubu 02 unggul di dunia maya, khususnya Twitter.

Trending: Mengaku Pilih Prabowo-Sandi, Ayu Ting Ting Ajak Masyarakat Jangan Golput

Sebelum pencoblosan dimulai, kubu pendukung Prabowo-Sandiaga menggunakan tagar-tagar seperti #BismillahInsyaAllahPrabowo, #GerakanSubuhAkbarIndonesia, #BesokTusukPrabowoSandi, dan #JokowerFitnahKejiUAS.

Hasilnya terbilang baik. Karena pendukung 02 adalah pendukung militan, menurut Ismail, mereka meramaikan dunia maya secara organik. Tagar-tagar yang dikampanyekan “dimakan” dengan baik oleh pengikut mereka, membuat beberapa tagar menjadi paling populer di Indonesia.*

Tirto )