KLIKTREND.com – Perusahaan teknologi asal Indonesia yang melayani angkutan melalui jasa ojek, Gojek, baru saja mendapat persetujuan dari pemerintah Malaysia untuk beroperasi di negeri Jiran tersebut.

Namun Menteri Pengembangan Entrepreneur Malaysia, Redzuan Yusof menyebutkan, peraturan khusus tentang pengaturan layanan transportasi sepeda motor terkait masuknya Gojek, belum dibahas.

“Itu dibahas dalam rapat kabinet hari ini dan diberi lampu hijau. Tapi belum ada keputusan tentang regulasi, belum ada yang spesifik. Namun harus dibahas dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga dan Kementerian Transportasi,” jelas Yusof.

TrendingPolisi yang Terbakar saat Kawal Demo di Cianjur Meninggal Dunia

Alasan Politisi Malaysia Tolak Gojek

Sementara itu, kabar akan hadirnya Gojek di negara Jiran ini menuai pro dan kontra dari berbagai kalangan, termasuk kalangan politisi.

Khairuddin Aman Razali, Politisi dari Partai Islam Se-Malaysia (PAS) itu menyebut masuknya Gojek berpotensi meningkatkan angka pelecehan seksual.

“Gojek akan memicu terjadinya interaksi antara dua manusia berbeda jenis kelamin yang bertentangan dengan hukum Syariah.”

Demikian bunyi pernyataan resmi dari Razali, seperti diberitakan harian lokal Malay Mail, Jumat (23/8/2019).

Selain itu, dia menerangkan kehadiran startup yang didirikan Nadiem Makarim itu bakal meningkatkan jumlah kecelakaan sepeda motor dan memengaruhi kualitas transportasi massal.

Anggota parlemen Malaysia dari Distrik Kuala Nerus, Terengganu, itu juga mengkhawatirkan memburuknya polusi udara jika Gojek sampai beroperasi.

Selain Razali, rekan satu partainya, Husain Awang, juga mengungkapkan hal serupa.

Wakil rakyat dari Terengganu tersebut mengklaim angka pelecehan seksual meningkat di Indonesia sejak kehadiran Gojek.

TrendingKuliah di Jakarta, Para Mahasiswa Papua Ini Ungkap Persoalan Rasisme yang Mereka Alami

Husain pun mengecam kemunculan Gojek sebagai bukti pemerintah telah gagal mengurus transportasi umum dan mengatasi kemacetan.

“Saya mendesak pemerintah untuk tidak mengizinkan Gojek hadir, termasuk di masa uji coba.”

“Pemerintah seharusnya meningkatkan kualitas moda transportasi seperti MRT dan LRT,” kecamnya.

Anggota Majelis Syuro PAS itu juga menyatakan Gojek menjadi lambang kegagalan pemerintah dalam membuka lapangan pekerjaan untuk kaum muda.

Yang ada, menurutnya, lapangan kerja sebagai driver layanan roda dua jelas melecehkan martabat generasi muda Malaysia.

PAS merupakan partai beraliran Islam konservatif yang berkuasa di Negara Bagian Kelantan serta Terengganu.

Tanggapan PM Mahathir Mohamad

Perdana Menterei (PM) Malaysia, Mahathir Mohamad memberi tanggapan soal hadirnya Gojek di Malaysia.

Mahathir menanggapi pertanyaan warga mengenai keamanan pengendara dan pengguna jasa transportasi sepeda motor tersebut.

“Jika Anda tidak merasa aman, jangan gunakan itu (moda transportasi sepeda motor),” ucap Mahathir yang dikutip dari New Strait Times, Sabtu (24/8/2019).

“Kamu punya pilihan. Kami tidak memaksa siapapun untuk menggunakan layanan transportasi sepeda motor,” tambahnya.

TrendingSemakin Tenar di Dunia Musik, Tiga Video Tentang Betrand Peto Ini Masuk Trending

Mahathir mengatakan, pengenalan Gojek juga akan menguntungkan bisnis kecil.

Pemerintah, lanjut PM berusia 94 tahun itu telah menerima tawaran dari perusahaan lokal untuk mempionirkan jasa layanan transportasi sepeda motor online.

Namun mereka tidak terlalu terorganisir.

Mahathir mengatakan, tempat-tempat tertentu akan selalu menentang kebijakan atau program baru yang ingin diperkenalkan oleh pemerintah.

“Kami ingin memastikan apapun yang kami lakukan bermanfaat bagi rakyat. Sama halnya dengan Gojek,” tambahnya.*