KLIKTREND.com – Sejak dinonaktifkannya Sandiaga Uno dari jabatannya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta lantaran menjadi cawapres RI, belum ada orang yang menggantikannya.

Partai Gerindra dan DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyepakati dua nama calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno. Berdasarkan kesepakatan dua partai tersebut, dua nama dicalonkan sebagai pengganti Wagub DKI Jakarta, Sandiaga Uno yakni, Yulianto dan Ahmad Syaikhu.

Namun sebelum dua nama ini diputuskan, Gerindra dan PKS menggelar rangkaian fit and proper test, mulai dari wawancara, focus group discussion (FGD dan melibatkan sejumlah tokoh, hingga pendalaman hasil FGD.

Fit and proper test cawagub DKI pengganti Sandiaga diikuti tiga kader PKS. Selain Agung dan Syaikhu, ada Abdurrahman Suhaimi yang mengikuti tes tersebut.

Namun, anggota DPRD DKI Jakarta itu tidak lolos menjadi kandidat wagub DKI Jakarta. Taufik menyebut Suhaimi tidak cocok menempati posisi wagub.

[wonderplugin_video iframe=”https://www.youtube.com/watch?v=D_xVaGOcc4s” videowidth=600 videoheight=400 keepaspectratio=1 videocss=”position:relative;display:block;background-color:#000;overflow:hidden;max-width:100%;margin:0 auto;” playbutton=”https://www.kliktrend.com/wp-content/plugins/wonderplugin-video-embed/engine/playvideo-64-64-0.png”]

Baca juga: Tiga Emak-emak Ditangkap Terkait Video Kampanye Hitam

Suhaimi lebih tepat menjabat sebagai anggota legislatif. “Pak Suhaimi bukan enggak lulus. Tapi tidak tepat ditaruh di situ, dia bukan eksekutor, bukan tipenya. Dia udah tepat di legislatif,” kata Taufik.

Yulianto dan Ahmad Syaikhu dipilih berdasarkan hasil fit and proper test. Selanjutnya, Setelah proses administrasi keduanya selesai, akan diserahkan ke Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Ketua DPW PKS DKI Jakarta Syakir Purnomo menyampaikan hal serupa. Suhaimi tidak dipilih karena saat ini memiliki jabatan penting di DPRD DKI Jakarta.

“Bapak Abdurrahman Suhaimi saat ini memiliki tugas penting sebagai Ketua Fraksi PKS dan Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, dan tugas penting lainnya,” kata Syakir.*

(Detik )