KLIKTREND.com – Sandiaga Uno, Calon Wakil Presiden nomor urut 02 mengatakan akan menghentikan sistem ujian nasional. Hal ini disampaikan Sandiaga saat mengikuti debat cawapres di Hotel Sultan,  Jakarta, Minggu (17/3/2019).

Menurutnya, jika Prabowo-Sandiaga terpilih, Ujian Nasional akan diganti dengan penerusan minat dan bakat.

“Kita juga pastikan bahwa sistem Ujian Nasional dihentikan, digantikan penerusan minat dan bakat,” ungkap Sandiaga Uno.

Selain menghentikan Ujian Nasional, Sandiaga juga mengatakan bahwa pasangan nomor urut 02 memiliki program pendidikan keterkaitan dan kesepadanan (link and match).

“Dimana kita hadirkan penyedia lapangan kerja dan pencipta lapangan kerja tersambung dengan sistem pendidikan,” kata Sandiaga Uno.

Sandi: Ujian Nasional Kita Hentikan

Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno menyampaikan visi misi dalam #DebatCawapres2019 tentang menggantikan Ujian Nasional dengan kemudian akan membawa program OK OCE level nasional, serta program rumah siap kerja. #DebatKetigaCawapres #DebatPilpres2019 #RumahPemilu #MudaMemilihLive streaming: https://www.youtube.com/watch?v=qBFels7Qapc

Dikirim oleh Kompas TV pada Minggu, 17 Maret 2019

Trending: Ini Alasan Nikita Mirzani Pilih Lahirkan Bayi Prematur

Sandiaga Uno kemudian memaparkan hasil kunjungan kampanye yang telah mencapai 1500 titik kampanye. Dalam kunjungannya tersebut, Sandi mengaku banyak mendengar keluhan dari masyarakat.

Keluhan masyarakat tersebut yang kemudian mendorong Prabowo-Sandiaga untuk untuk menata masa depan Indonesia menjadi lebih baik.

“Hampir 7 bulan terakhir kami mendengar keluhan masukan harapan Prabowo-Sandi melihat masa depan Indonesia cerah”,  ujar Sandiaga.

Dari keluhan tersebut, pihaknya menurut Sandiaga Uno, lalu menginventarisir sejumlah masalah untuk kemudian menyusun solusinya.

Trending: Setelah Menikah dengan Syahrini, Begini Perubahan Sikap Reino Barack

Dalam bidang pendidikan, pihaknya akan meningkatkan kesejahteraan guru honorer. Prabowo-Sandiaga berjanji akan memperhatikan upah para guru honorer yang masih rendah.

“Kita akan tingkatkan kesejahteraan dan pastikan status guru kurikulum kita perbaiki agar memiliki fokus pada pembangunan karakter dan akhlakul karimah,” tegasnya.*

KompasTV )