Daftar Kekayaan Purnawirawan TNI-Polri yang Jadi Menteri Jokowi, Ini yang Paling Kaya

Pada periode kedua ini Joko Widodo dibantu oleh 34 menteri dan 8 pejabat setingkat menteri. 

Kolase Foto/Ist

KLIKTREND.com – Di periode kedua kepemimpinan Jokowi, ada sejumlah Purnawirawan TNI-Polri yang jadi Menteri dan memiliki kekayaan yang sangat fantastis.

Diketahui pada periode kedua ini Joko Widodo dibantu oleh 34 menteri dan 8 pejabat setingkat menteri.

Kini sudah 100 hari mereka bekerja dan kinerja para menteri ini pun selalu menjadi sorotan publik.

Lantas siapakah para menteri dari kalangan Purnawirawan TNI-Polri dan berapakah jumlah kekayaan mereka? Berikut ulasannya dirangkum Kliktrend.com dari berbagai sumber pada Jumat (7/2/2020).

Prabowo dan Luhut
Kolase Foto/Ist

TrendingSelain Ahok, Ini Puisi Mendiang Ade Irawan Untuk Jokowi

Menteri dari Kalangan TNI-Polri

Ada pun posisi menteri yang diisi oleh kalangan dari unsur TNI-Polri yakni Prabowo Subianto, (Menteri Pertahanan), Luhut Binsar Pandjaitan (Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi), dan Fachrul Razi (Menteri Agama).

Selanjutnya ada Terawan Agus Putranto (Menteri Kesehatan), Tito Karnavian (Menteri Dalam Negeri), dan Moeldoko (Kepala Staf Kepresidenan).

Sama seperti pejabat lainnya, mereka harus melaporkan harta kekayaan yang dimiliki kepada KPK.

Untuk kemudian oleh KPK dirilis dalam bentuk Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Sayangnya, dari keenam menteri dari purnawiraan TNI-Polri, hanya empat menteri yang harta kekayaannya ada di situs LHKPN KPK.

Itu pun ada satu menteri yang laporan harta kekayaannya tidak bisa dibuka karena sudah terlalu lama.

Berikut daftar kekayaan enam menteri dari purnawirawan TNI-Polri era Kabinet Indonesia Maju dirangkum Kliktrend.com di situs resmi elhkpn.kpk.go.id:

TrendingViral Ajudan Prabowo Dapat Calon Istri Cantik Mirip Artis

Kekayaan Purnawirawan TNI-Polri yang Jadi Menteri Jokowi

Luhut Binsar Pandjaitan

Saat ini, Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Sebelumnya, Luhut menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya.

Dari penelusuran Tribunnews.com di situs elhkpn.kpk.go.id, Luhut melaporkan harta kekayaannya pada 13 Mei 2019.

Diketahui, Luhut memiliki harta kekayaan senilai Rp 655.438.752.423. Ia adalah menteri dari purnawiraan TNI-Polri terkaya nomor dua setelah Prabowo.

Aset terbesar yang dimiliki Luhut adalah harta lainnya yang mencapai Rp 227.608.998.657. Disusul aset 15 tanah dan bangunan senilai Rp 175.661.024.063.

Luhut memiliki aset tanah dan bangunan di Bogor, Jakarta, Malang, Tapanuli Utara, hingga Toba Samosir.

Pria 72 tahun itu juga memiliki lima unit kendaraan yang terdiri dari empat mobil dan enam motor.

Nilai kendaraan yang dipunyai Luhut mencapai Rp 4.849.950.000.

Selain itu, Luhut masih memiliki aset berupa harta bergerak lainnya senilai Rp 1.690.194.000; surat berharga Rp 94.163.815.050; serta kas dan setara kas Rp 151.464.770.653.

Beruntung, Luhut tidak memiliki utang sama sekali sehingga asetnya tidak berkurang.

Foto Instagram/@luhut_binsar_pandjaitan

TrendingKenakan Tas Mewah, Intip Penampilan Ibunda Presiden Jokowi saat Menghantar Gibran Maju Pilkada Solo

Moeldoko

Moeldoko kembali dipilih menjadi Kepala Staf Kepresidenan di era kedua Jokowi. Dari LHKPN, Panglima TNI tahun 2013-2015 itu memiliki harta senilai Rp 49.556.346.849.

Kekayaan Moeldoko paling banyak disumbangkan oleh kepemilikan 11 tanah dan bangunan senilai Rp 30.254.200.000.

Tanah dan bangunan milik Moeldoko tersebar di Bogor, Jakarta, hingga Pasuruan.

Walau memiliki harta miliaran, Moeldoko hanya memiliki satu unit mobil yaitu Toyota Camry tahun 2012 yang bernilai Rp 240 juta.

Tidak seperti Prabowo dan Luhut, Moeldoko tidak memiliki surat berharga yang jadi sumber kekayaannya.

Aset lain milik Moeldoko adalah harta bergerak lainnya Rp 204.000.000; kas dan setara kas Rp 13.250.646.849; serta harta lainnya Rp 5.607.500.000.

Moeldoko juga tidak memiliki utang seperti Luhut.

Foto/TribunNews

TrendingLuhut Pandjaitan Sudah Telepon Prabowo Untuk Bertemu, Ini Jawabannya

Tito Karnavian

Dipilih menjadi Menteri Dalam Negeri oleh Jokowi membuat Tito Karnavian pensiun dini dari institusi Polri.

Dari LHKPN, Tito Karnavian terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 17 Maret 2016.

Ia tercatat memiliki harta kekayaan senilai Rp 10.291.675.823.

Sayangnya, saat Tribunnews.com mencoba mengakses laporan harta kekayaan Tito, terdapat tulisan file tidak ditemukan.

Besar kemungkinan, laporan harta kekayaan yang disampaikan Tito terlalu lama. Hingga kini, Tito juga belum menyampaikan laporan harta kekayaannya.

Selain Tito, ada dua menteri lain yang hingga kini belum menyampaikan laporan harta kekayaannya.

Mereka adalah Fachrul Razi (Menteri Agama) dan Terawan Agus Putranto (Menteri Kesehatan).

Sehingga aset dan harta kekayaan milik kedua menteri ini, belum bisa ditampilkan.

Foto Instagram/@titokarnavian_

TrendingBPN Sebut Luhut Diutus Jokowi Akan Bertemu Prabowo

Prabowo Subianto

Prabowo Subianto menjadi menteri dari purnawiraan TNI-Polri yang paling kaya sekaligus paling taat melaporkan harta kekayaan.

Mantan rival Jokowi di Pilpres 2019 ini, terakhir kali melaporkan harta kekayaan pada 23 Januari 2020.

Padahal sebelumnya, Prabowo juga telah melaporkan harta kekayaannya saat mencalonkan diri sebagai presiden di Pilpres 2019.

Dari LHKPN diketahui, Prabowo memiliki harta kekayaan berjumlah Rp 2.005.956.560.835!

Aset terbesar Prabowo disumbang oleh kepemilikan surat berharga senilai Rp 1.701.879.000.000.

Ketua Partai Gerindra itu juga memiliki aset berupa 10 tanah dan bangunan senilai Rp 251.704.288.000.

Tanah dan bangunan milik Prabowo tersebar di Jakarta Selatan dan Bogor. Selain itu, Prabowo memiliki 10 kendaraan senilai Rp 1.432.500.000.

Rinciannya, sembilan mobil dan satu unit motor Suzuki tahun 2002.

Aset lain yang dimiliki Prabowo adalah harta bergerak lainnya Rp 16.418.227.000; kas dan setara kas Rp 2.522.545.835; serta harta lainnya Rp 40 miliar.

Sayangnya, Prabowo memiliki utang Rp 8 miliar yang mengurangi jumlah harta kekayaannya.

Exit mobile version