Kisah Paulus dan Indra Lolos dari Kecelakaan Sriwijaya Air

Kliktrend.com – Nama Paulus dan Indra masuk dalam daftar manifest Pesawat Sriwijaya SJ-182 rute Jakarta-Pontianak yang kecelakaan beberapa waktu lalu.

Namun kedua orang yang diketahui bernama lengkap Paulus Yulius Kollo dan Indra Wibowo dan Indra Wibowo selamat lantaran tes swab atau tes usap yang membutuhkan hasil hingga 3 hari.

Dilansir dari TribunNews, Selasa (12/1/2021), Pulus dan Indra pun membatalkan menggunakan pesawat dan memilih menggunakan angkutan laut.

Baca jugaBasarnas Ungkap Penemuan 24 Potongan Besar Pesawat Sriwijaya Air SJ 182

Paulus dan Indra Memilih Jalur Laut

Untuk diketahui, Paulus dan Indra datang dari Makasar menuju Pontianak lalu transit ke Jakarta dengan menggunakan Maskapai Sriwijaya.

Namun, saat di jakarta keduanya tak bisa melanjutkan penerbangan meski namanya sudah terdaftar sebagai penumpang Sriwijaya Air SJ 182.

Paulus dan Indra datang dari Makasar menuju Pontianak lalu transit ke Jakarta dengan menggunakan Maskapai Sriwijaya.

Namun, saat di jakarta keduanya tak bisa melanjutkan penerbangan meski namanya sudah terdaftar sebagai penumpang Sriwijaya Air SJ 182.

Bos mereka pun memberi alternatif agar naik Kapal Laut saja. Keduanya pun langsung menuju ke Pelabuhan Tanjung Priok untuk naik kapal laut.

Dalam perjalanan Paulus tidak merasa ada hal yang aneh, namun saat hpnya mendapat sinyal, ia kaget mendapat kabar bahwa pesawat yang hendak mereka tumpangi jatuh.

Paulus mengaku baru mengetahui terkait kecelakaan Sriwijaya Air saat baru mendapat sinyal. Dia diberitahu oleh keluarga dan pimpinan tempat dia bekerja.

Saat ini Paulus dan temannya masih berada di tengah laut.

“Saya dan teman Indra ada dalam manifes pesawat, tapi kami berdua batal terbang. Sekarang kami berada dalam kapal dan satu jam lagi berlabuh di pelabuhan,” ungkap Paulus lewat pesan singkatnya.

Paulus dan Indra
Paulus dan Indra/TribunNews

Baca jugaJadi Salah Satu Korban Sriwijaya Air, Begini Pesan Terakhir Riyanto untuk Putri Semata Wayangnya

Terdaftar dalam Manifest Pesawat

Paulus mengatakan, namanya masih tertera dalam manifes pesawat. Ini karena saat batal berangkat, mereka tidak menginformasikan kepada pihak Sriwijaya Air.

“Syukur dan puji Tuhan, ini sudah rencana Tuhan untuk itu semua,” kata Paulus.

Dia meminta keluarganya di Kupang untuk tetap tenang dan tidak perlu khawatir karena dirinya baik-baik saja.

“Tadi malam juga, semua keluarga di Kupang telepon saya. Cuma tidak masuk, gara-gara tidak ada jaringan karena di tengah laut,” kata dia.

“Terutama untuk para keluarga agar kuat hadapi semua ini. Di balik semua ini ada rencana lebih indah yang sudah disiapkan Tuhan,” kata Paulus.

Seperti diberitakan, Sriwijaya Air SJ 182 tujuan Jakarta-Pontianak lepas landas dari Bandara Soetta, Sabtu pukul 14.36 WIB.

Beberapa saat kemudian, tepatnya pada 14.40 WIB, pesawat dinyatakan hilang kontak.

Pesawat disebut jatuh di perairan Kepulauan Seribu, dekat Pulau Laki dan Pulau Lancang.

Direktur Utama Sriwijaya Air Jeff Jauwena menyatakan pesawat SJ182 sempat tertunda keberangkatannya atau delay selama 30 menit akibat hujan deras.

“Delay akibat hujan deras, maka ada delay 30 menit saat boarding,” kata Jeff dalam konferensi pers dari Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (9/1/2021).

Sementara itu, Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Suryanto Cahyono mengatakan pihaknya masih terus mengumpulkan berbagai informasi mengenai peristiwa jatuhnya pesawat SJ182 itu.

Sejauh ini, diketahui pesawat seri Boeing 737-500 itu berusia sekitar 26 tahun. Pesawat ini dibuat pada tahun 1994.*

Terkini

Gratis Berlangganan

Dapatkan update trending topic Indonesia terkini dengan gratis berlangganan artikel Klik Trend.