KLIKTREND.com – Rumor tentang Ahok Gantikan Ma’ruf Amin? semakin ramai dibicarakan di ruang publik. Menanggapi berita yang dimuat Harian Indopos, Rabu, (13/2/2019) tersebut, Ma’ruf mengatakan menggantikan seorang presiden atau wakil presiden tidaklah mudah, karena ada mekanisme yang mengaturnya di dalam konstitusi.

“Mengganti seorang presiden atau wakil presiden itu tidak semudah membalik telapak tangan. Ada mekanisme jelas yang diatur di dalam konstitusi,” ujar Ma’ruf dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, (16/2/2019.

[wonderplugin_video iframe=”https://www.youtube.com/watch?v=gv_uCjGPdbI” videowidth=600 videoheight=400 keepaspectratio=1 videocss=”position:relative;display:block;background-color:#000;overflow:hidden;max-width:100%;margin:0 auto;” playbutton=”https://www.kliktrend.com/wp-content/plugins/wonderplugin-video-embed/engine/playvideo-64-64-0.png”]

Baca juga:Kalajengking di Kabin Pesawat, Lion Air Sebut Laba-laba

Berita tentang rumor pergantian Ma’ruf Amin oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tersebut dimaksudkan apabila lolos dalam pilpres nanti.

Berita tersebut dilengkapi dengan gambar skenario di mana Ahok akan menggantikan Ma’ruf Amin dan akhirnya menggantikan Jokowi. Dalam skenario tersebut, Ketua Umum Perindo, Harry Tanoe diangkat menjadi wakil presiden.

Menurut Ma’ruf, berita tersebut merupakan sebuah prediksi dan khayalan belaka. Ma’ruf menyayangkan adanya institusi pers yang mudah termakan oleh lamunan seperti kabar itu.

Dia mengatakan selama ini dirinya menghormati pers, dan bergaul dengan pers. Ia pun mengharapkan tidak ada lagi berita-berita yang rancu di media.

Berita-berita seperti ini, kata dia, bisa dijadikan alat kampanye hitam dan sumber kebohongan. “Karena itu saya mengimbau pers supaya memberitakan sesuatu yang faktual, logis, rasional. Jangan orang ngalamun (melamun) diberitakan,” tutur Ma’ruf.

Baca juga: Kasasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ditolak MA

TKN Melaporkan Indopos

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi – Ma’ruf Amin, telah melaporkan Indopos dan pemberitaan ini ke Dewan Pers, Jumat 15 Februari 2019. Direktur Hukum dan Advokasi, Ade Irfan Pulungan mengatakan pihaknya meragukan berita ini karena hanya berdasarkan pada isu yang tersebar di media sosial. “Ini kami anggap sebuah fitnah besar kepada paslon kami. Pemilu saja belum, terjadi dan ini sudah diberitakan,” ucap Ade di kantor Dewan Pers, Jumat (15/02/2019.

Sementara itu, Redaksi Indopos, Juni Armanto mengatakan betul korannya hanya mengangkat isu yang belakangan santer beredar di media sosial. Ia mengakui hanya mengangkat isu pergantian Ma’ruf Amin yang telah ramai dibicarakan di media sosial. Tetapi ia mengaku sudah melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada TKN, yakni melalui juru bicara mereka Ace Hasan Syadzily.

“Terkait pemberitaan itu, sebetulnya diangkat karena sebelumnya sudah viral di media sosial grafis (soal Ahok menggantikan Ma’ruf sebagai Wapres) itu. Kemudian kami angkat dengan menghubungi pihak TKN,” tutur Juni dikutip dari Tempo.com, Jumat (15/02/2019.*

( Tempo )