KLIKTREND.com – Berdasarkan hasil QC (Quick Count) pilpres 2019, calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf unggul atas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Hasil ini kemudian membuat masyarakat spontan menyebut presiden terhadap Jokowi dan wakil presiden kepada Ma’ruf Amin. Namun sapaan wapres rupanya tidak disukai Ma’ruf Amin.

Orang-orang yang mengikuti syukuran Pemilu 2019 di Kantor PBNU menyambut kedatangan Ma’ruf Amin. Calon Wakil Presiden pendamping Capres Joko Widodo (Jokowi) itu mendapat sapaan, “Siap, Wapres!”. Namun Ma’ruf menolak sapaan seperti itu.

[wonderplugin_video iframe=”https://www.youtube.com/watch?v=ofAjRSpCjHM” videowidth=600 videoheight=400 keepaspectratio=1 videocss=”position:relative;display:block;background-color:#000;overflow:hidden;max-width:100%;margin:0 auto;” playbutton=”https://www.kliktrend.com/wp-content/plugins/wonderplugin-video-embed/engine/playvideo-64-64-0.png”]

Trending: BPN Sebut Luhut Diutus Jokowi Akan Bertemu Prabowo

Alasan Ma’ruf Amin

Sapaan siap wapres ditolak Ma’ruf Amin bukan tanpa alasan. Dia menolak disapa Wapres karena hasil penghitungan riil final dari KPU masih belum diumumkan. Hingga saat ini, yang ada masih berupa hasil hitung cepat (quick count), belum hasil hitung riil (real count) dari KPU.

Penolakan atas jawaban ‘siap, Wapres!’ itu terjadi saat Ma’ruf berada di Gedung PBNU, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jakarta Pusat, Senin (22/4/2019) kemarin. Awalnya, Ma’ruf menyatakan dirinya bersyukur karena Jokowi dan dirinya bisa memuncaki perolehan suara versi quick count. Namun tetap, hasil real count KPU-lah yang bakal menentukan secara resmi hasil Pilpres 2019.

“Oleh karena itu, jangan panggil wapres dulu karena belum resmi ditentukan oleh KPU real count-nya,” kata Ma’ruf Amin.

“Siap, Wapres!” kata seorang pria di lokasi ke Ma’ruf. Suaranya jelas dan lantang. Sontak seisi ruangan tertawa mendengar cara orang tersebut menyapa Ma’ruf. Apalagi Ma’ruf baru beberapa detik sebelumnya mengimbau agar dirinya jangan dulu disapa wapres.

“Jangan dulu ya, tahan dulu, siap… siap… boleh kalau siap… siap…. ‘Siap wapres’ tahan dulu, mudah-mudahan real count-nya sama dengan quick count itu,” kata Ma’ruf.

Trending: Lucinta Luna Buka Jaket, Deddy Corbuzier Bingung

Menanti Real Count dari KPU

Rekapitulasi nasional penghitungan suara dari KPU direncanakan selesai pada 22 Mei 2019 nanti. Meski real count itu masih harus ditunggu, namun dia bersyukur hasil quick count sejauh ini menunjukkan posisi unggul Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019.

Jokowi sendiri juga menyampaikan hal senada. Capres petahana itu mengimbau agar semuanya menunggu hasil resmi dari KPU. Ini disampaikanya sejak tanggal pemungutan suara, 17 April 2019 lalu, usai pencoblosan.

“Dari indikasi exit poll dan juga quick count tadi sudah kita lihat semua, tapi kita harus bersabar, bersabar menunggu penghitungan dari KPU secara resmi,” kata Jokowi dalam pernyataannya di Djakarta Theater, Jl MH Thamrin, Jakpus, Rabu (17/4) lalu.

Trending: Setiap Tanggal 5 Menstruasi, Lucinta Luna Rutin Minta Pembalut

Capres rival Jokowi di Pilpres 2019, Prabowo Subianto, juga telah menyampaikan agar semuanya menunggu real count KPU. Dia menyerukan para pendukungnya untuk mengawal penghitungan suara. Prabowo tidak percaya pada hasil quick count.

Kawal kemenangan tetap bersama kita. Saya meminta saudara minta menjaga C1, C1 plano yang ada di kotak suara seluruh kecamatan atau PPK harus dijaga karena ada usaha untuk menghilangkan kotak suara. Awasi petugas yang rekapitulasi data, pastikan tidak ada angka diubah,” ujar Prabowo dalam syukuran klaim kemenangan di depan kediamannya di Jl Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (19/4) lalu.*

Detik )