Viral Story– Terkenal memiliki kekayaan yang melimpah, putri dari Ardi Bakrie dan  Nia Ramadhani ternyata mengenyam pendidikan di British School Jakarta.

Sosok cucu dari Aburizal Bakrie ini memang sering mengundang perhatian publik tanah air lantaran kecantikannya.

Melansir Grid.Id pada Senin (22/6/2020), putri sulung Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie,  yakni Mikhayla  kini baru menginjak usia 8 tahun.

TrendingAnang Hermansyah Marah ke Ashanty di Depan ART, Ini Penyebabnya

Sekolah di BSJ

Diketahui Mikhayla Zalindra Bakrie kini sedang mengenyam pendidikan di BJS, salah satu skolah elit di Jakarta.

Mewarisi paras cantik Nia Ramadhani, Mikhayla sukses mencuri hati masyarakat Tanah Air.

Belum lagi tingkah gemas Mikhayla ketika bersama Ardi Bakrie maupun kakeknya, Aburizal Bakrie.

Karenanya, wajar jika Mikhayla kini hidup mewah layaknya putri dari Negeri Dongeng sejak kecil.

Terlebih lagi, sang kakek, Aburizal Bakrie bukanlah orang sembarangan karena pernah menyandang gelar orang terkaya di Indonesia.

Alhasil, ini pula lah yang menjadi alasan Nia Ramadhani untuk memberikan yang terbaik bagi putri sulungnya itu.

Ia memilih menyekolahkan Mikha di salah satu sekolah elite di Jakarta. Mengintip ke fasilitas di sana, ternyata banyak hal mewah yang diberikan.

Beberapa kali Nia Nia Ramadhani menemani anaknya yang sedang ada kegiatan di sekolahnya, British School Jakarta (BSJ).

Sekolah tersebut merupakan sekolah swasta yang berada di bawah naungan Kedutaan Besar Inggris.

BJS
Kolam renang di British School Jakart/Instagram @ramadhanibakrie

TrendingBertolak Belakang dengan Ucapan Raul Lemos, Ini Kata Ibunda Anang Soal Aurel dan Azriel

Kemewahan Kantin Sekolah Anak Nia Ramadhani

Dilansir dari lama resminya, BSJ membuka berbagai kelas mulai dari pre-school hingga usia 17 tahun atau sekolah menengah.

Fasilitas yang disediakan pun lengkap, salah satunya adalah kolam renang. Jika berminat sekolah di BSJ, orang tua perlu menyiapkan biaya pendaftaran sebesar Rp 2,5 juta.

Untuk anak usia 5 sampai 10 tahun akan masuk ke tahapan Key Stage 1 dan Key Stage 2.

Jika dilihat dari laman resminya, untuk 2 tingkatan itu, bayaran per tahunnya mencapai Rp 200 juta lebih!

Selain itu, ada juga fasilitas antar jemput yang dikenai biaya Rp 9,3 juta untuk satu kali jalan selama satu semester.

Tapi itu semua sebanding dengan apa yang diberikan oleh pihak sekolah, salah satunya adalah tentang gizi makanan yang ada di kantin.

Kantin di BSJ ternyata memiliki katering khusus dari The Annapurna.

BSJ menulis dalam laman resminya kalau mereka bertujuan untuk memberikan menu diet yang seimbang dan bervariasi sebagai penunjang kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangan siswa.

Dengan begitu diharapkan kemampuan konsentrasi dan potensi anak bisa berkembang karena disediakan makanan yang baik.

Ternyata di dalam BSJ ada 5 area makan yang bisa dipilih, yang jadi tempat makan utama para siswa adalah Main Cafeteria.

Di sana, siswa akan disediakan camilan yang disediakan saat snack time mulai dari jam 9.50 sampai 10.15 dan makanan untuk makan siang yang dimulai dari jam 12.05 sampai 12.50.

Menu yang disiapkan pun beragam, di antaranya ada salad yang wajib disajikan, makanan oriental, makanan barat, sup, dan sandwich.

Siswa juga disediakan berbagai pilihan buah dan kukis yang baru dipanggang, sedikit mengandung gula, dan tidak menggunakan pewarna buatan.

Satu lagi yang jadi perhatian pihak sekolah adalah tidak boleh ada cokelat dan kacang dalam makanan bentuk apapun di kafetaria.

Untuk siswa yang vegetarian, disediakan juga menu sayuran dalam berbagai pilihan.*