KLIKTREND.com – Polemik soal Munajat 212 masih ramai menjadi tema percakapan masyarakat. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat menyayangkan sikap MUI DKI sebagai salah satu inisiator acara Munajat 212 yang berlangsung pada Kamis, (21/2/2019) kemarin.

Menanggapi kegiatan tersebut, MUI Pusat menilai MUI DKI tidak mampu mengendalikan kegiatan tersebut agar tetap berada pada arah dan tujuan semula. Dalam hal ini tujuan Munajat yakni berdoa, berzikir dan bermunajat untuk memohon keselamatan negara.

Terkait kegiatan tersebut, Wakil Ketua MUI Pusat, Zainut Tauhid Sandi mengatakan Munajat 212 cenderung menjurus ke arah politik praktis.

“Politik yang dibangun oleh MUI adalah politik kemuliaan yang berorientasi kepada persatuan, persaudaraan, dan kemaslahatan bangsa dan negara. Bukan politik praktis yang dapat menimbulkan perpecahan, permusuhan dan konflik sesama anak bangsa,” kata Zainut dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (23/2).

https://www.youtube.com/watch?v=VTtOnQ7YDMY

Baca juga: Ini Reaksi Luna Maya Soal Pernikahan Syahrini

Zainut menjelaskan MUI tidak melarang pengurus berkecimpung di bidang politik praktis, asal hal tersebut dilakukan atas nama pribadi.

Oleh sebab itu, MUI Pusat mengimbau pimpinan MUI di seluruh Indonesia agar dapat memfungsikan organisasi MUI sebagai perekat dan pemersatu umat menjelang kontestasi politik.

“Hendaknya MUI dapat membantu menciptakan situasi yang kondusif, ikut mendinginkan suasana selama masa kampanye, agar pesta demokrasi dapat berjalan dengan lancar, tertib, aman dan menggembirakan,” kata dia.

Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta Yusuf Aman menyatakan bahwa penyelenggaraan acara Malam Munajat 212 tergolong tak sesuai rencana atau di luar kendali.

Gestur bernuansa kampanye capres nomor urut 02, Prabowo-Sandi marak dalam acara yang diinisiasi MUI DKI Jakarta di Monas, Kamis (21/2) malam itu. Acara yang diagendakan untuk doa bersama demi keselamatan bangsa pun jadi sarat pemandangan bernuansa politis.

“Ini sudah lost control. Maaf, hal tersebut bukan yang dikehendaki oleh MUI,” ucap Yusuf kepada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Jumat malam.*

Detik )