KLIKTREND.com – Baru-baru ini, seorang paranormal Om Hao membongkar sosok jin penglaris makanan yang biasa dimiliki para pengusaha kuliner.

Hal ini terungkap melalui video yang ditayangkan di kanal YouTube TRANS7 OFFICIAL pada Kamis (7/11/2019).

Dalam video tersebut, Om Hao mengungkap sosok jin yang dimiliki para penjual makanan agar jualanya laris manis.

Seperti apakah sosok jin yang diungkapkan Om Hao sebagai penglaris makanan yang sering digunakan para menjual makanan itu? Berikut ini ulasannya.

Trending: Seorang Guru di Bali Ajak Siswinya Puaskan Hasrat Kekasih

Jin Berwujud Anak Kecil dan Pocong Berliur

Sosok jin penglaris makanan yang diungkap Om Hao Kisah Tanah Jawa beraneka jenis. Namun apakah publik selama ini mengetahui hal seperti ini?

Wujud anak kecil sampai pocong berliur menjadi sosok jin penglaris makanan yang diungkapkan Om Hao saat mendeteksi aneka jenis kuliner.

Om Hao dari Kisah Tanah Jawa diminta untuk mendeteksi keberadaan ajian penglaris atau pun pengasihan yang ada pada beberapa jenis makanan.

Percaya tidak percaya, istilah menggunakan ajian penglaris atau pengasihan memang masih dipercayai sebagian besar orang.

Sebagian orang yang percaya, ajian pengasihan maupun penglaris dapat membuat usahanya maju. Hal tersebut dingkapkan Om Hao dalam tayangan Video YouTube TRANS7 OFFICIAL.

Pocong Berliur
Foto/Tangkap layar YouTube TRANS7 OFFICIAL

Trending: Viral Penampakan Tangan Misterius di Samping Betrand Peto, Ini Kata Ruben Onsu

Ciri-Ciri Makanan yang Menggunakan Jin

Beberapa jenis penglaris bisa dalam berbagai bentuk, termasuk benda-benda aneh seperti underwear, tanah kuburan, hingga jin.

Dalam acara ‘Ini Baru Empat Mata’ itu, Om Hao membeberkan ciri-ciri makanan yang menggunakan jin penglaris pada dagangan.

Terlihat di depan Om Hao dan para pengisi acara terdapat 5 mangkok dan 1 piring berisi makanan.

Menu bakso, ayam, nasi ayam, soto, sampai mie berjejer sejajar dan diterawang satu per satu oleh Om Hao mana sajakah makanan yang menggunakan jin penglaris.

“Ada yang dari kain, tapi kainnya itu dari kain pocong sama dalaman gitu,” ucap Om Hao.

Namun, Om Hao mengatakan meskipun tempat makan menggunakan penglaris tetapi tidak hanya akan memberi dampak ketagihan.

Penglaris makanan
Om Hao sedang mendeteksi makanan//Foto Tangkap layar YouTube TRANS7 OFFICIAL

TrendingViral Aliran Baru di Gowa Sulsel, Ada Tiket Masuk Surga

Wujud Anak Kecil

Om Hao pun mengatakan bahwa yang paling banyak menggunakan pengasihan adalah soto betawi yang ada di sana.

“Jadi (pelarisannya) dengan ludah,” ujar Om Hao sembari menunjukkan gambar pocong.

Tak hanya pocong, Om Hao juga mengungkap sosok lain yang digunakan sebagai penglaris makanan seperti jin anak kecil.

“Ini kayak anak kecil, kayak monster menjilati (makanan) ini,” ucap Om Hao.

Tak hanya dalam bentuk makhluk jin, Om Hao juga menyebut adanya tambahan celupan di luar akal sehat agar makanan yang dijual laris.

“Biasanya kalau ini, ada menggunakan celupan-celupan tertentu. Dari yang pakai celupan kaki,” kata Om Hao.

“Kaki siapa? kaki penjual?” tanya Kesha Karamoy dengan wajah sedikit syok.

“Macem-macem, ada yang bahkan kakinya itu berkoreng, atau apa gitu,” lanjutnya lagi.

Jin Penglaris makanan
Foto/Tangkap layar YouTube TRANS7 OFFICIAL

Trending: Viral Kisah Kevin Sunti, Putra Flores yang Jadi Perwira U.S. Air Force

Kuncinya Berdoa

Selama sebelum makan kita selalu berdoa, maka efek negatif dari penglarisan tidak akan memengaruhi tubuh

“Kuncinya itu berdoa dulu waktu jajan di luar, andaikata kita langsung makan maka makhluk astralnya itu mendekat,” terang Om Hao.

Sementara bila sebelum makan didoakan maka makanan akan aman dan tidak berefek apapun.

Lebih lanjut Om Hao juga menjelaskan soal perbedaan antara penglaris makanan dengan pengasihan.

“Jadi bedanya kalau penglaris itu, memang menarik untuk dilarisi, dengan metode tertentu ya.. tapi kalau pengasihan itu misal contoh kita sebenernya mau makan ini di yang restoran yang lebih mewah,” ujar Om Hao.

“Tapi kok seperti ada orang yang kasihan jualan, jadi kita mampir ke warung tenda, tapi ini lebih seperti dengan rapalan tertentu, jadi dengan doa tertentu,” beber Om Hao.*