KLIKTREND.com – Paus Fransiskus, pemimpin umat Katolik dunia, dan Imam Besar Al Azhar Sheikh Ahmed al-Tayeb menandatangani deklarasi bersejarah yang menyerukan perdamaian antar negara, agama dan ras. Deklarasi ditandatangani di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Senin 4 Februari 2019.

Deklarasi ini menyatakan bahwa Al Azhar dan Vatikan akan bekerja sama untuk memerangi ekstremisme. Dalam prosesnya, penandatanganannya dokumen deklarasi ini juga disaksikan oleh perwakilan umat Kristen, Islam, Judaism dan agama lainnya.

Paus Fransiskus dan Sheikh Ahmed al-Tayeb saat tandatangani deklarasi
Paus Fransiskus (kiri duduk) dan Sheikh Ahmed al-Tayeb (kanan duduk) – AFP/Vincenzo PINTO

“Keimanan menuntun seorang pemeluk agama untuk orang lain sebagai saudara yang harus didukung dan dicintai,” tulis sepenggal kalimat dalam deklarasi tersebut, seperti dikutip dari laman UPI.

“Dari diskusi terbuka kami untuk menuju masa depan yang lebih cerah untuk semua orang, maka Dokumen Persaudaraan Antar Umat Manusia ini lahir,” lanjutnya.

Inti dari dokumen ini adalah toleransi, yang perlu “diserukan kepada diri sendiri, kepada semua pemimpin global dan para pembuat kebijakan.”

Isi dokumen juga menyebutkan tekad melawan ekstremisme harus dijalankan atas dasar membela “semua korban perang, persekusi dan ketidakadilan.”

Baca jugaTulisan di Sol Sepatu Mirip Lafaz Allah, Nike Tuai Protes

[wonderplugin_video iframe=”https://www.youtube.com/watch?v=ogQKHIw2s6w” videowidth=600 videoheight=400 keepaspectratio=1 videocss=”position:relative;display:block;background-color:#000;overflow:hidden;max-width:100%;margin:0 auto;” playbutton=”https://www.kliktrend.com/wp-content/plugins/wonderplugin-video-embed/engine/playvideo-64-64-0.png”]

Kunjungan Paus Fransiskus yang Pertama

Kunjungan Paus Fransiskus, pemimpin umat Katolik dunia, ke Abu Dhabi kali ini menjadi lawatan pertamanya ke negara Muslim.

Dalam sebuah pidato berdurasi 26 menit pada Senin malam, Fransiskus menyerukan diakhirinya perang di Timur Tengah, seperti yang terjadi di Yaman, Suriah, Irak dan Libya. “Semua pemimpin memiliki tugas untuk menolak setiap kemungkinan terjadinya perang dunia,” sebut Fransiskus.

UEA adalah salah satu negara yang tergabung dalam koalisi pimpinan Arab Saudi dalam memerangi pemberontak Houthi di Yaman. Fransiskus mengaku senang dapat diundang ke Yaman dan diberi kesempatan sebagai “sosok yang meyakini penuh terhadap perdamaian.”

Baca jugaDaftar 10 Orang Terkaya Dunia Versi Bloomberg

Sementara Sheikh Tayeb dalam pidatonya menyebut Fransiskus sebagai “saudaraku tercinta.” Dia menyayangkan saat ini masih ada anggapan bahwa sebagian Muslim adalah “barbar brutal” karena banyaknya aksi teror yang mengatasnamakan Islam.

“Padahal semua agama sepakat bahwa Tuhan melarang pembunuhan,” ungkap Sheikh Tayeb.

Sebelumnya, Fransiskus telah bertemu Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammed bin Zayed al-Nahyan. “Kami mendiskusikan kerja sama, konsolidasi dialog, toleransi, koeksistensi manusia dan inisiatif untuk mencapai perdamaian,” tulis Sheikh Mohammed di Twitter.*

(Medcom.id)