Hot NewsPelaku Penembakan Umat Muslim di Selandia Baru Dari Keluarga Miskin

Pelaku Penembakan Umat Muslim di Selandia Baru Dari Keluarga Miskin

KLIKTREND.com – Pelaku penembakan di umat muslim yang sedang melakukan salat Jumat di Christchurch, Selandia Baru mengaku tak merasa bersalah dengan aksi brutalnya.

Tarrant, yang berkebangsaan Australia, menyerang dua masjid di Kota Christchurch, pada Jumat, 15 Maret 2019. Pelaku melakukan aksi brutalnya pada sekitar pukul 13.40 siang saat salat Jumat sedang berlangsung.

Penembakan yang terjadi di dua Masjid di Kota Christchurch tersebut menewaskan 49 orang dan melukai 48 orang lainnya.

Brenton Tarrant diduga sudah didoktrin oleh kelompok radikal sayap kanan untuk membenci imigran dan orang-orang di luar ras Eropa Kulit putih.

Ia secara tegas dan berani memberikan sikap bahwa serangan terhadap orang-orang non kulit putih atau non ras Eropa adalah sah.

Trending: Tanggapan SBY Soal Video Agum Gumelar

Ketika ditanya, apakah dia tidak melihat orang-orang yang diserang adalah orang-orang yang tak berdosa? Tarrant pun menjawab bahwa serangan terhadap orang-orang Non Ras Eropa adalah perang.

Menurut Tarrant, dalam sebuah perang, tidak ada yang namanya ‘orang tak berdosa’. Tarrant juga sempat ditanya, apakah dia berencana selamat atau melakukan bunuh diri setelah melakukan serangan.

Tarrant menjawab, dia siap mati sebagai resikonya. Tapi dia berniat untuk tetap hidup, sehingga dia bisa terus menyebarkan ajaran supremasi kulit putih yang dia yakini.

[wonderplugin_video iframe=”https://www.youtube.com/watch?v=GghYOShYQ8o” videowidth=600 videoheight=400 keepaspectratio=1 videocss=”position:relative;display:block;background-color:#000;overflow:hidden;max-width:100%;margin:0 auto;” playbutton=”https://www.kliktrend.com/wp-content/plugins/wonderplugin-video-embed/engine/playvideo-64-64-0.png”]

Trending: Maharnya Rp 40 Miliar, Syahrini: Itu kan Harga Diri Wanita

Siapakah Brenton Tarrant?

Brento Tarrant adalah anak dari keluarga miskin. Melalui manifestonya, dia menyebut dirinya pria biasa saja. “Aku hanya orang kulit putih biasa 28 tahun,” tulis Tarrant di manifestonya.

“Aku lahir di Australia di keluarga miskin, kalangan pekerja kasar,”

“Orangtuaku berdarah Skotlandia, Irlandia, dan Inggris,”

“Masa kecilku berjalan biasa saja, tanpa ada hal-hal hebat,”

“Aku tak terlalu punya minat dengan sekolah, aku sangat jarang punya nilai bagus,”

“Aku adalah orang kulit putih biasa saja, dari keluarga biasa, yang akan melakukan aksi untuk memastikan masa depan orang-orang dari kaumku,” tulis Tarrant.

Sementara, dilansir The Daily Mail, Tarrant tumbuh besar di daerah Grafton, New South Wales, Australia.*

TribunNews )

Terkini