KLIKTREND.com – Kabar tentang tergelincirnya pesawat Lion Air JT 714 di Bandara International Supadio Pontianak, Kubu Raya, Kalbar, tidak hanya menimbulkan trauma. Seorang penumpang pesawat tersebut melakukan protes lantaran koper miliknya sudah dalam kondisi tidak utuh lagi.

Pria yang namanya tidak ingin disebutkan tersebut mengungkapkan koper miliknya telah dibongkar dan gemboknya telah hilang. Menurutnya tidak hanya dirinya tetapi ada juga penumpang lain yang mengalami hal yang sama.

[wonderplugin_video iframe=”https://youtu.be/h0w9uGobJ3k” videowidth=600 videoheight=400 keepaspectratio=1 videocss=”position:relative;display:block;background-color:#000;overflow:hidden;max-width:100%;margin:0 auto;” playbutton=”https://www.kliktrend.com/wp-content/plugins/wonderplugin-video-embed/engine/playvideo-64-64-0.png”]

Baca juga: Kalajengking di Kabin Pesawat, Lion Air Sebut Laba-laba

Penumpang tersebut mengaku kesal, karena koper yang dia bawa berisi alat sparepart. “Ini koper milik saya, gemboknya hilang, laporkan saja ini, tadi awalnya di bagasi pesawat,” kata lelaki tersebut.

Ia mengatakan, barang bawaannya dipastikan akan hilang jika ukurannya kecil. “Lion ini memang seperti ini, tidak bisa ini, tidak ada yang hilang, karena isinya besar-besar, kalau kecil sudah diambil dia semua ini,” ungkap nya.

Lion Air 714 Tergelincir saat Hujan

Diberitakan sebelumnya, sebuah pesawat Lion Air tergelincir di landasan pacu (over run) Bandara Internasional Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat.

Baca juga: Pesantren ini Balik Arah Dukung Prabowo-Sandiaga

Saat itu cuaca di lokasi sedang turun hujan dengan intensitas sedang semenjak pukul 15.00 WIB. Tak ada korban dari peristiwa tersebut.

Pesawat itu disebut keluar dari landasan pacu (over run) sesaat setelah mendarat. “Penumpang sudah dievakuasi dari pesawat. Informasi selamat semua,” kata Kapolda Kalbar Irjen Didi Haryono, Sabtu (16/2/2019).

Pesawat tersebut tergelincir di runway 33 Bandara sesaat setelah mendarat di Bandara Supadio Pontianak. Pesawat Lion Air JT 714 saat itu membawa 7 kru, 180 penumpang dewasa dan 2 bayi. Pesawat berjenis Boeing 737-800NG registrasi PK-LPS itu lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, sekitar pukul 13.50 WIB.

Akibat tergelincirnya pesawat Lion Air JT 714, landasan ditutup untuk sementara waktu. Hal ini berdampak pada tiga penerbangan lainnya.

“PT Angkasa Pura II (Persero) menginformasikan bahwa saat ini runway di Bandara Supadio, Pontianak, harus ditutup karena ada pesawat mengalami overrun saat mendarat,” kata VP of Corporate Communication Angkasa Pura II Yado Yarismano dalam keterangan tertulis, Sabtu (16/2/2019)

Adapun 3 penerbangan yang terdampak ialah NAM Air nomor penerbangan IN-156 (return to apron), Citilink QG-415 (return to base), dan Garuda Indonesia GA-154 (return to base).*

TribunNews )