Kliktrend.com – Baru-baru ini YouTuber Baim Wong dan istrinya Paula Verhoeven mengunjungi nenek Iroh di Tegal.

Dalam kunjungan tersebut, sang nenek pun meminta sesuatu saat ditanya soal kebutuhannya oleh Baim Wong.

Hal ini diketahui dari unggahan video yang ditayangkan di Kanal YouTube Baim Paula sebagaimana dikutip Kliktrend.com pada Rabu (16/9/2020).

Baca jugaGisella Anastasia Mengaku Salah Soal Keputusan Cerai dengan Gading Marten

Reaksi Baim Wong Diminta Nenek Iroh

Bukan lagi soal kiriman uang atau keperluan sehari-hari yang tadinya dipersoalkan Baim Wong dari kiriman pesan yang mengatasnamakan Nenek Iro.

Meski tak disampaikan soal permintaan uang lewat pesan beberapa waktu lalu, namun Nenek Iro sudah nyambung arah pembicaraan Baim Wong.

“Ada bantuan dari Si Cepat ya tiap bulan,
nek Si Cepat suka ngasih uang ?” kata Baim Wong ke Nenek Iro dikutip Kliktrend.com dari akun Youtube Baim Paula.

“Iya,” jawab Nenek Iro.

“Tiap bulan yah,” kata Baim Wong.

“Kalau ada orang manfaatin, jangan dipercaya,” sahut Nenek Iroh.

Pembicaraan tersebut tidak dilanjutkan. Baim wong justru mengalihkan ke topik pembicaraan lain.

“nenek gak kangen ke jakarta ?” tanya Baim Wong ke Nenek Iroh.

“insallah, kalau udah sembuh, ini udah kecil (bengkak di kaki),” kata Nenek Iro.

Nenek Iro sangat bersyukur karena Baim dan Paula Verhoeven sudah datang ke rumahnya di Tegal.

“mister ke sini udah Alhamdulillah, doa aku dikabulkan,” kata Nenek Iroh.

“kan aku janji sama nenek,” timpal Baim.

Baim Wong kunjungi nenek Iroh
Foto Tangkap Layar YouTube Baim Paula

Baca jugaKetika Kisah Cinta Rizki DA Diramal Denny Darko, Suami Nadya Belum Move On?

Baim Wong kembali menanyakan kondisi kesehatan Nenek Iroh.

“sehat nenek ?” tanya Baim.

“sehat yah cuman kakinya aja,” sahut Paula Verhoeven.

“Paula mau ikut, non tuh sayang sama nenek,” kata Baim.

“nyonyah bilangnya,” tambah Paula Verhoeven.

Baim Wong lalu menanyakan lagi soal kebutuhan Nenek Iroh di Tegal.

“nenek di sini bulannya perlu emang nek ?” kata Baim.

Namun Nenek Iroh tidak menjabarkan jumlah nominal yang sebenarnya dibutuhkan untuk hidup sehari-hari.

“berapa aja orang di kampung mah kan makannya tahu tempe, gak makan daging ayam,” kata Nenek Iroh.

“perlunya berapa ?” tanya Baim lagi.

“berapa aja,” jawab Nenek Iro.

“kalau nenek mah gitu kalau ditanya, gak pernah bilang nominal dari dulu,” kata Baim.

Setelah berbincang banyak soal topik lain, Baim Wong kembali membahas soal keperluan Nenek Iroh di Tegal.

“buat keperluan buat apa bisa nya sekarang, paling makan, pampers ?” kata Baim.

“pampers mah kemarin dikirimin sama nyonya Anya, yang dipengenin mah roti unyil di sini gak ada,” kata Nenek Iro.

Sebelum pulang Baim kembali menanykan apa yang diinginkan Nenek Iroh.

“nenek mau apa sebelum kita pulang ?” tanya Baim.

Rupanya Nenek Iroh ingin membeli sebuah rumah.

“nanti aja Insallah tuh di depan rumah kita ada rumah mau dijual,” kata Nenek Iro.

“yang dimana ?” tanya Baim.

“yang di lapangan,” kata Nenek Iroh.

“yang tadi kita parkir ?” timpal Paula Verhoeven.

“itu yang kosong di lapangan, kan rumah kosong pengennya pengen punya nenek,” terang adik kandung Nenek Iroh.

Baim Wong lalu menanyakan harga rumah tersebut.

“berapa itu nek ?” tanya Baim.

200 kali dapat, Rp 200 juta,” kata Nenek Iroh.

Mendengar nominal tersebut, Baim hanya tersenyum.

“buat apa rumah lagi nanti yang jagain siapa ?” kata Baim.

“kita ngandang sendiri terus nanti kita jualan,” kata Nenek Iro ke Baim dan Paula Verhoeven.*