KLIKTREND.com – Sosok Rektor termuda Risa Santoso semakin ramai diperbincangkan publik usai pernyataannya yang memperbolehkan mahasiswa lulus tanpa skripsi.

Karier dan prestasinya yang begitu gemilang membuat sosok rektor termuda di Indonesia ini menuai pujian.

Dilansir Kliktrend.com dari Grid.Hot, Risa Santoso resmi dilantik sebagai Rektor di Institut Teknologi Bisnis ASIA Malang pada Sabtu (2/11/2019).

Trending: Prestasinya Cemerlang, Wanita Cantik Ini Jadi Rektor Termuda di Indonesia

Kerja Sama Perguruan Tinggi dan Industri

Meski masih muda, Risa ternyata sudah menyiapkan langkah supaya lembaga pendidikan yang dipimpinnya bisa menjawab tantangan zaman yang sudah memasuki era industri 4.0.

Era yang ditandai dengan adanya perubahan secara terus-menerus akibat kemajuan teknologi.

Menurutnya, kerja sama antara perguruan tinggi dan industri harus terus ditingkatkan.

Hal ini yang menjadi target Risa Santoso dalam memimpin Institut Teknologi dan Bisnis ASIA Malang.

“Jumlah mahasiswa akan datang dengan sendirinya kalau kualitasnya bagus.

Tapi yang terpenting menurut saya adalah dengan kerja sama, dengan program-program yang dibuat dan itu mungkin lebih nyata,” katanya.

Risa Santoso Rektor termuda
Foto/@santosorisa

Trending: Potret Sekolah Murah Milik Yuni Shara yang SPP-nya 3500 Rupiah

Perbolehkan Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi

Salah satu pernyataan Risa yang menuai perhatian publik adalah memperbolehkan mahasiswanya untuk lulus tanpa skripsi.

Menurutnya, syarat kelulusan perguruan tinggi juga bisa dilakukan dengan proposal project bagi mahasiswa yang ingin berkarier di dunia kerja.

“Mungkin salah satu yang ingin saya terapkan (dari Harvard University) adalah untuk tugas akhirnya, gimana caranya supaya kita ini lebih membantu mahasiswa untuk siap di dunia kerja.

Jadi mereka ini bisa memilih, apakah mau skripsi atau mau bekerja di luar dan membuat project akhir,” katanya.

Namun, untuk mahasiswa yang ingin melanjutkan ke jenjang magister dan ingin menjadi akademisi, tugas akhirnya tetap skripsi.

“Kalau mereka ingin lanjut S2, mau jadi akademisi, dosen tentunya tetap harus bikin skripsi,” ungkapnya.

TrendingViral, Om Hao Ungkap Sosok Jin Penglaris Makanan

Komunikasi Menjadi Kunci

Risa Santoso memiliki cara tersendiri untuk menerapkan kebijakannya itu meski struktur di bawahnya adalah orang-orang yang lebih tua darinya.

Dia meyakini, komunikasi yang tepat dalam menyampaikan ide akan menjadi cara yang efektif dalam menjalankan segala kebijakannya.

“Yang penting itu kreativitas, lalu berani mengambil keputusan, juga berani mengutarakan ide.

Misalnya ada sesuatu yang ingin saya inisiasi itu berani untuk menyuarakan itu.

Karena mau tidak mau kita harus proaktif jika ingin berbuat sesuatu dan memberikan dampak yang positif,” ungkapnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Risa kini telah menjadi Rektor Institut Teknologi dan Bisnis ASIA Malang.

Risa Santoso
Potret cantik Risa Santoso/@santosorisa

Trending: Heboh Bu Guru Ajak Siswinya Puaskan Hasrat Sang Kekasih

Pernah Menjadi Direktur

Sebelum terpilih sebagai rektor, Risa ternyata pernah menjabat sebagai Direktur Pengembangan di Kampus Asia.

Risa Santoso mengatakan, terpilihnya ia sebagai rektor karena pihak kampun ingin mengembangkan pendidikan ekonomi berbasis digital.

“Kalau yang pastinya mungkin bisa tanya pihak yayasan ya. Tapi yang jelas saya pernah menduduki beberapa pos dan membuat beberapa program,” tutur Risa.

Ketika ditunjuk sebagai Rektor, Risa mengaku sempat kepikiran. Meskipun sejak kuliah, dia memang berkeinginan terjun ke dunia pendidikan.

“Lebih ke kepikiran sih nanti kalau sudah menjadi rektor akan seperti apa. Gitu aja sih,” jelas Risa Santoso.

Potret cantik Risa Santoso
Risa Santoso/@santosorisa

TrendingViral Aliran Baru di Gowa Sulsel, Ada Tiket Masuk Surga

Pernah Mengajar di Amerika

Selain berprestasi, Risa Santoso memiliki ketertarikan di dunia pendidikan. Risa Santoso  menceritakan ketertarikannya terjun di dunia pendidikan.

“Dulu waktu kuliah S1 di Amerika, saya ambil ekonomi dengan minornya ambil education. Kalau di Amerika itu mungkin familiar dengan double major. Tetapi kalau di tempat saya waktu itu namanya minor,” ungkap Risa Santoso.

Risa Santoso menyatakan, saat kuliah di Amerika, ia sempat mengajar di sebuah sekolah.

“Sewaktu di Amerika juga saya pernah ngajar di sekolah di dekat kampus,” imbuh Risa Santoso.

Lulus sebagai sarjana ekonomi, ketertarikan Risa Santoso kepada pendidikan berlanjut. Dia mendapat gelar master dari Harvard Graduate School of Education.

“Master saya di Harvard di pendidikan,” ucap Risa Santoso.*