Sapaan Terakhir Daoud dari Masjid di Selandia Baru

KLIKTREND.com – Kisah pilu yang terjadi di Masjid Christchurch, Selandia Baru mengundang haru. Aksi penembakan brutal yang dilakukan Brenton Tarrant di dua Masjid di Selandia Baru, Jumat (15/3/2019) membuat dunia berduka.

Korban yang meninggal dari aksi brutal tersebut sebanyak 49 orang dan puluhan lainnya luka serius. Ada kisah pilu yang tersisa di balik aksi tersebut.

Seorang pria berusia 71 menjadi korban pertama Brenton Tarrant. Nama pria tersebut adalah Daoud Nabi. Saat memasuki Masjid, Haji Daoud Nabi adalah orang pertama yang ditemui Brenton Tarrant di Pintu Masjid An Noor, Selandia Baru.

Sapaan Terakhir Daoud dari Masjid di Selandia Baru
H Daoud Nabi korban penembakan pertama Brenton Tarrant di Masjid di Selandia Baru – TribunNews.com

Trending: Terkait OTT Oleh KPK, Ketum PPP Romahurmuziy: Saya Dijebak

Saat melihat Brenton Tarrant membawa senjata laras panjang, Haji Daoud menyapa dengan penuh ramah.

“Hallo, brother (Halo saudaraku)”, demikian sapaan Haji Daoud. Namun tak disangka, sapaan tersebut seolah menjadi sapaan terakhir Haji Daoud.

Keramahannya disambut dengan tima panas yang dilesatkan dari senjata laras panjang Brenton Tarrant. Daoud adalah orang pertama yang menjadi korban aksi brutal Brenton Tarrant.

Tagar #HelloBrother sempat menjadi trending di Twitter. Tagar ini ternyata berasal dari kisah pilu korban pertama Brenton Tarrant,  Daoud Nabi.

[wonderplugin_video iframe=”https://www.youtube.com/watch?v=BJddik6f9rE” videowidth=600 videoheight=400 keepaspectratio=1 videocss=”position:relative;display:block;background-color:#000;overflow:hidden;max-width:100%;margin:0 auto;” playbutton=”https://www.kliktrend.com/wp-content/plugins/wonderplugin-video-embed/engine/playvideo-64-64-0.png”]

Trending: Pelaku Penembakan Umat Muslim di Selandia Baru Dari Keluarga Miskin

Kisah Naeem Rashid

Selain Daoud, ada juga kisah Naeem Rashid. Tak ada yang menyangka bila Jumat (15/3/2019) itu akan menjadi Jumat terkelam di sejarah Selandia Baru.

Maka itulah, Naeem Rashid dan anaknya, Talha (21), seperti muslim lainnya, pergi ke masjid di Kota Christchurch, untuk menunaikan Salat Jumat.

Hingga akhirnya terjadilah serangan berdarah Brenton Tarrant. Saat terjadi serangan, banyak orang melarikan diri dengan segala cara.

Tapi Naeem memberanikan diri menerjang Brenton, meski dia tak punya satu senjata pun. Naeem melawan guna melindungi putranya dari petaka di hari Jumat itu.

Naeem terluka kena tembakan, dan akhirnya meninggal di rumah sakit. Yang menyedihkan, sang putra, Talha, yang dia lindungi, juga meninggal akibat serangan tersebut.*

TribunNews )

 

Terkini

Gratis Berlangganan

Dapatkan update trending topic Indonesia terkini dengan gratis berlangganan artikel Klik Trend.