KLIKTREND.com – Sebuah video memperlihatkan detik-detik meledaknya septic tank di Cakung, Jakarta Timur yang mengakibatkan seorang sopir penyedot WC berinisial SI tewas.

Video yang beredar viral tersebut merupakan peristiwa itu terjadi di sebuah rumah warga bernama Agus di RT 16/03 Kelurahan Jatinegara, Cakung, Jakarta Timur, pada Senin (4/11/2019).

Kejadian tersebut menyebabkan sang sopir penyedot WC, SI tewas setelah terjatuh ke dalam lubang penampungan tinja dan tertimbun ledakan.

Polisi menyatakan, ledakan tersebut terjadi akibat gas yang mengendap selama puluhan tahun.

“(Penyebab ledakan akibat) gas yang terendap puluhan tahun dalam septic tank kena api,” jelas Kanit Reskrim Polsek Cakung AKP Tomi Sirait dalam keterangan kepada wartawan, Selasa (5/11/2019).

TrendingViral Aliran Baru di Gowa Sulsel, Ada Tiket Masuk Surga

Kronologi Septic Tank Meledak di Cakung

Lebih lanjut, Tomi menjelaskan bahwa saat itu, SI bekerja di rumah Agus bersama kernetnya untuk menyedot bak penampung limbah tinja atau septic tank.

Setelah penyedotan selesai, SI lalu mengambil koran dan membakarnya untuk meyakinkan bahwa proses telah selesai.

“Kecelakaan kerja itu sebenarnya, pelakunya dia, korbannya dia (juga),” ungkap Tomi.

Dalam rekaman video CCTV, SI tampak sedang berdiri di teras rumah bersama pemilik rumah, Agus. Mereka berdua tampak berbincang-bincang.

Kronologi Septic Tank Meledak di Cakung
Kronologi Septic Tank Meledak di Cakung – Ist.

TrendingDi Inggris, 5 Ulama Indonesia Sebarkan Pesan Perdamaian Islam

Saat itu, SI baru mengambil koran dan membakarnya di lubang septic tank. Hal itu dia lakukan untuk memastikan sudah tidak ada gas di dalam lubang penampungan tersebut.

“Saya melihat nyala kan. Pak…pak…pak, itu nggak ada apinya lho. (Dijawab SI) ‘nggak apa-apa nanti mati kok’,” Agus menirukan ucapannya kepada SI.

Tidak lama setelah Agus memberikan peringatan itu, terlihat SI menginjakkan telapak kakinya ke lubang septic tank sehingga menutupi lubang tersebut. Seketika itu terjadi sebuah ledakan cukup besar.

Beton penutup yang dipijak oleh SI dan Agus terangkat dan menimpa SI. Sementara Agus terlempar ke samping.

Agus tampak memegang pinggang saat itu. Sedangkan SI terbenam di dalam lubang penampungan tinja dan tertutup beton.

Tradisi Cek Gas dengan Api ala Tukang Sedot WC

SI disebut sengaja membakar koran di lubang septic tank untuk membuktikan sudah tidak ada gas di dalamnya. Dalam rekaman video CCTV yang beredar, sesaat sebelum terjadi ledakan SI menginjakkan telapak kakinya ke lubang sehingga menutupi lubang tersebut.

“Meledak itu karena tidak ada ventilasinya, di septic tank ada gas H2S (hidrogen sulfida), gas metan dari protein yang terurai. Ventilasi tersumbat terus orang nyalain rokok ya meledak,” jelas ahli kesehatan lingkungan Abie Wiwoho dikutip Detikcom, Kamis (7/11/2019).

Abie menekankan saat ini tidak ada aturan tentang keahlian spesifik yang dibutuhkan untuk menangani septic tank. Dampaknya setiap orang yang menawarkan jasa sedot WC tidak punya panduan prosedur standar, bisa memiliki cara yang berbeda-beda.

Tradisi Cek Gas Septic tank dengan Api ala Tukang Sedot WC
Ilustrasi Truk sedot WC- Ist.

TrendingRaffi dan Nagita ke Labuan Bajo, Ini 23 Tempat yang Menarik untuk Dikunjungi

Petugas sedot WC di daerah Jakarta Timur, Mus, misalnya mengaku memang ada tradisi lama yang biasa dilakukan usai sedot WC yaitu membakar koran dan memasukkannya ke dalam lubang. Hal ini untuk mengecek apakah isinya sudah kosong atau belum.

“Kalau api masih nyala berarti septic tank kosong. Kalau masih ada isi kan api akan padam,” jelasnya.

Sementara itu menurut petugas sedot WC lainnya asal Makassar, Coi, ia memilih menggunakan senter untuk mengecek.

“Kalau kita biasanya lihatnya pakai senter untuk lihat apa masih ada gasnya, misal sudah habis kah atau mau lihat sudah seberapa penuh,” ungkapnya.

Peneliti LIPI, Neni Sintawardani menyebutkan, mungkin sudah saatnya pemerintah lewat dinas terkait kembali mensosialisasikan pemahaman tentang septic tank kepada warga. Tujuannya untuk mencegah kekeliruan sehingga hal yang sama tidak terulang.

“Mungkin ini saat yang baik bagi dinas terkait untuk mensosialisasikan kembali soal septic tank. Tiap rumah tangga tidak boleh tergantung, misalnya tergantung pengembang. Bahkan ada rumah tangga yang tidak tahu letak septic tanknya,” papar Neni.*