KLIKTREND.com – Komedian dan penyanyi  Soimah Pancawati mengajak para perantau agar tidak pulang kampung guna menghindari penyebaran virus corona (covid19).

Pesan tersebut Soimah sampaikan dengan menggunakan Bahasa Jawa.

Hal itu diketahui dari video unggahannya di laman Instagram pribadi @showimah, seperti dikutip Kliktrend.com pada Minggu (29/3/2020).

Soimah Minta Perantau Untuk Tidak Mudik
Foto Tangkapan Layar Instagram/@showimah

Trending:Kondisi Kesehatan Via Vallen Menurun Hingga Lakukan Tes Corona, Begini Hasilnya

Soimah Minta Perantau Tidak Mudik

Soimah Pancawati menuturkan jika dirinya baru saja selesai berjemur. Hal tersebut ia lakukan agar kondisi fisik tetap hangat.

“Selamat pagi gaes, baru aja berjemur aku. Katanya kan Corona takut panas, jadi ya biar sehat. Sudah hitam mukanya menghitam kayak tengu, gak papa,” ucap Soimah menyapa netizen.

Setelah menyapa netizen, Soimah Pancawati mengajak masyarakat untuk tidak mudik,  agar wabah virus corona (covid19) cepat berlalu.

“Kasihan bapak ibu kalian sudah tua-tua, malah kena, anakmu, tetanggamu, saudara-saudara malah kena, nanti gak akan kelar-kelar. Gak bisa lebaran, gak dapat THR,” ucap dewan juri Liga Dangdut Indonesia itu.

Wanita kelahiran 1980 itu sangat memahami situasi yang dialami oleh anak perantau, ia pun mengarahkan agar tetap bertahan hidup dengan makan seadanya saja.

“Ya udah makan seadanya, telor ama kecap juga bisa, garam bisa jadi kuah, makan dengan bawang merah goreng juga bisa, dulu aku suka gitu ya hidup. Jadi gak usah banyak alasan, yang penting sekarang kita berpikir sendiri-sendiri, sudah begitu saja.” lanjut Soimah Pancawati.

TrendingKondisi Kesehatan Via Vallen Menurun Hingga Lakukan Tes Corona, Begini Hasilnya

Soimah Sindir Penjual Masker

Orang yang merekam video mencoba memancing Soimah Pancawati untuk  menjelaskan soal kebutuhan masker di kelas golongan bawah.

“Di kampung gak ada masker, apalagi sekarang masker carinya susah dan harganya mahal,” tantang perekam kamera yang tidak menyebutkan namanya.

Soimah pun langsung memperaktikan cara  memakai masker dengan menggunakan baju berwarna yang dipegangnya.

View this post on Instagram

Mung dho kon #nengomahwae #dirumahaja kok dho ngeyel, • abote sepiro to, nek nengomah wae, nek ra kerjo paribasan 2 minggu, ora ora nek mati kelaparan, • rasah dho kakean alasan, rasah dho pengen di mesakke, kudu dho mikir dewe2, • neng sekitar omah akeh sik iso di pangan, kates, onthel, dll sik iso nggo lawuh, untunge mbiyen aku wis kulino mangan lawuh brambang, mental kerene di buang wae, • rasah njagakke negoro, kudu seko awake dewe sik, iso ora, gelem ora, iki ora mung siji loro, tp sak donya ngkrasakke rugi kabeh, • ora wong sugih ora wong kere kabeh rugi, rasah nggagas sugih kere, kabeh podho2 menungso, • sik penting opo sik paling gampang di lakoni, yo di lakoni sik, kudu iso mikir, rasah dho ribut rono rene sik ra penting, mulai seko awake dewe yen pengen kabeh rampung, • nek wong di kandani karo wong dho angel, iki wis di kandani karo corona, kok yo isih ngeyel, • mpun ngaten mawon, mugi2 sedoyo di paringi sehat, sik wis keno corona ndang mari, sik odp dho negatif, kabeh mbalik koyo awal, ayem tentrem, kudu seko awakke dewe sik mulai, maturnuwun🙏🏻

A post shared by Soimah Pancawati (@showimah) on

Penyanyi bergendre rapper dan rock itu juga menyampaikan jika menggunakan baju, jauh lebih aman, apalagi dengan menggunakan kacamata.

“Kalau terpaksanya kalian mau keluar, misalnya mau beli sayur, gak ada masker, udah pakai kaos dijembreng, bagian lengannya buat mengikat di belakang kepala, kayak tukang-tukang itu lho,” jelas Soimah sambil mempraktikkan.

“Ini udah aman. Hidung, mulut kan sudah tertutup, tambahi pakai kacamata juga boleh, biar kelihatan metal dikit.

Gak perlu masker, gak perlu sanitizer, nunggu pembagian. Iya kalau ada yang yang bantu, kalau gak. Sudah santai di rumah, bisa juga buat nutup kepala seperti ini,” lanjutnyya dengan ekspresi sindir.

Soimah mengajak masyarakat untuk tidak membeli masker karena harganya tidak bisa dijangkau oleh masyarakt kecil. Ia menyarankan untuk mengikuti apa yang dipraktikannya.

“Gak usah beli masker, harganya mahal, carinya susah. Begini saja cukup.”

Ia kembali mengingatkan, jika nekat mendatangi pembagian masker yang berpotensi menimbulkan keramaian justru bisa tertular. “Malah mati nanti.” Sambunya.*