Trending TopicSopir Truk Kecelakaan Maut Balikpapan Ternyata Palsukan SIM

Sopir Truk Kecelakaan Maut Balikpapan Ternyata Palsukan SIM

Kliktrend.com – Fakta baru kecelakaan maut di simpang Muara Rapak, Balikpapan Utara diungkap jajaran kepolisian.

Polisi menemukan tersangka sopir truk kontainer yang menyebabkan kecelakaan beruntun di simpang Muara Rapak, Balikpapan Utara diduga memalsukan SIM yang digunakan untuk syarat administari mengemudi sebuah kontainer.

Baca Juga: Sidang Suap Penyidik KPK, Azis Syamsuddin Dituntut 4 Tahun Penjara

Adapun tersangka berinisial MA (48) yang diketahui mengemudikan truk kontainer bermuatan kapur dengan nomor polisi KT 8534 AJ.

Sopir Truk Palsukan SIM


Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Yusuf Sutejo mengemukakan, tersangka MA diduga telah memalsukan dokumen berupa izin mengemudi kendaraan truk itu.

“Kita temukan bahwasanya administrasi pengemudi, dalam hal ini SIM, itu palsu,” ujar Kombes Pol Yusuf Sutejo, Senin (24/1/2022).

Di mana setelah ditelisik, SIM milik tersangka MA merupakan SIM golongan A yang dikhususkan mengemudi kendaraan roda 4.

Baca Juga: Ini Alasan Faisal Tidak Setuju Fuji Nikah dengan Thariq Halilintar

Namun oleh tersangka, kata Kombes Pol Yusuf Sutejo, diduga telah diubah menjadi SIM dengan golongan B2 umum.

“Kita kroscek kembali di data kita di Satpas Polresta Balikpapan, benar ternyata SIM-nya A dibuat tahun 2017,” beber Yusuf.

Hukuman Terhadap Tersangka Ditambah

Sopir Truk Kecelakaan Maut Balikpapan Ternyata Palsukan SIM
Foto: Kliktrend.com – Web/@tribunnews

Karena perbuatannya, lanjut dia, pihak kepolisian menambahkan jerat Pasal terhadap MA.

Di mana penyidik kemudian turut menjerat MA lewat Pasal 263 KUHP dengan hukuman 5 tahun. Ancaman tersebut, ternyata tidak menggugurkan ancaman hukuman sebelumnya.

Baca Juga: Prilly Latuconsina Berduka, Artis Cilik Matt White Meninggal Dunia

Adapun sebelumnya, MA dijerat dengan Pasal 310 UULLAJ jo. Pasal 48 dengan ancaman 6 tahun penjara.

“Dalam hal ini penyidik akan menambahkan pasal pemalsuan, ancaman hukumannya 5 tahun. Kita juncto lagi dari pasal yang sudah ada,” ucapnya.*

Terkini