Viral StoriesTanggapan Pihak Kampus Soal Lulusan UI yang Tak Terima Gaji 8 Juta

Tanggapan Pihak Kampus Soal Lulusan UI yang Tak Terima Gaji 8 Juta

KLIKTREND.com – Pihak Kampus Universitas Indonesia (UI) memberikan tanggapan soal adanya lulusan UI yang tak terima digaji 8 juta.

Pernyataan dari lulusan UI yang viral belakangan ini lantaran tak terima digaji 8 juta menjadi ramai diperbincangkan warganet.

Berita tersebut kemudian menjai viral di Twitter hingga menimbulkan berbagai macam komentar dari berbagai kalangan.

https://www.youtube.com/watch?v=0Xv67mqJ8Dw

Trending: Gadis Ini Mengaku Lulusan UI Fresh Graduate Tolak Gaji 8 Juta, Begini Komentar Artis

Tak Terima Digaji 8 Juta

Viralnya berita tersebut berawal dari tangkapan layar story seseorang yang namanya disembunyikan dan dibagikan akun Twitter @WidasSatyo pada 23 Juli 2019 lalu.

Tangkapan layar tersebut berisi cuitan seorang gadis yang mengaku lulusan Universitas Indonesia menolak digaji 8 juta. Berikut ini isi cuitannya:

“Jadi gue diundang interview kerja perusahaan lokal. Dan nawarin gaji kisaran 8 juta doang. Hello meskipun gue fresh graduate gue lulusan UI pak. Univesitas Indonesia. Jangan disamain ama fresh graduate kampus lain dong ah. Level UI mah udah perusahaan LN(luar negeri), kalau lokal mah oke aja asal harga cucok.”

Sontak cuitan ini mengundang berbagai reaksi dari warganet. Pro dan kontra pun menguat. Akun @WidasSatyo sendiri mengomentari tangkap layar tersebut dengan:

“Alasan kenapa banyak pengangguran di Indonesia ya mental gini ini.

Bodo amat almamatermu dari UI, UGM, atau Oxford sekalipun, yg dicari perusahaan saat rekrut Anda adalah apa kontribusi yg bisa Anda berikan. Yg butuh kerja itu Anda. Jgn kebalik logikanya”.

Unggahan akun Twitter @WidasSatyo itu pun menjadi viral hingga diretweet lebih dari 18,6 ribu kali dan disukai lebih dari 12,3 ribu pengguna.

Trending: Terharu, Begini Pesan Tio Pakusadewo Untuk Jefri Nichol

Tanggapan Kampus UI

Saking viralnya cuitan tersebut, pihak kampus, Universitas Indonesia akhirnya memberikan tanggapan.

Dikutip dari Kompas, Kepala Kantor Humas dan KIP UI Rifelly Dewi Astuti menyatakan hal tersebut merupakan bentuk ekspresi anak muda melalui media sosial.

Ia juga enggan menanggapi lebih banyak lantaran identitas pemilik akun yang menulis postingan belum kelihatan.

-

Sebab, pemilik akun tersebut belum dapat dipastikan apakah benar lulusan Universitas Indonesia.

“Kalau ditanya tanggapannya kami juga tidak bisa banyak berpendapat. Pertama identitas tidak ketauan, bisa jadi bukan alumni kami?” kata Rifelly dalam keterangan tertulis, Kamis (25/7/2019).

Namun, apabila postingan tersebut ternyata benar milik alumni UI, ia pun sangat menyayangkan.

Rifelly berharap masyarakat tidak langsung memberi cap negatif terhadap seluruh lulusan UI akibat postingan itu.

“Ya kalaupun benar itu alumni kami, sangat tidak bijak kalau kita langsung menggeneralisir pendapat dia tersebut sebagai pendapat seluruh lulusan UI,” tutur Rifelly.

Selanjutnya Career Development Centre Universitas Indonesia, Sandra mengatakan pihaknya kerap memberikan pelatihan bagi mahasiswa sebelum lulus dan terjun ke dunia pekerjaan.

Trending: Terharu, Begini Pesan Tio Pakusadewo Untuk Jefri Nichol

Ada sejumlah modul yang ditawarkan untuk mahasiswa, salah satunya mengajarkan mahasiswa untuk mengenal kemampuannya masing-masing. Menurut Sandra, gaji bukanlah yang utama dalam memilih kerjaan.

“Jadi gaji sebenarnya bukan yang pertama kita ajarkan. Karena bisa aja nanti gajinya besar tapi pekerjaanya tidak sesuai dengan passion-nya atau kemampuannya, kan mending dia suka dengan pekerjaannya walau gajinya biasa aja,” ujar Sandra saat dihubungi, Jumat (25/7/2019).

Sandra menambahkan, membentuk karakter yang rendah hati saat bekerja juga diajarkan agar mahasiswanya dapat berkarakter kuat.

“Jadi sangat penting rendah hati dan meningkatkan etos-etos bekerja agar perusahaan tertarik dengan kita,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga mengajarkan bagaimana mahasiswa menyiapkan diri untuk wawancara.

“Jadi jangan tiba-tiba kita dipanggil wawancara, terus kita nggak tahu kemampuan perusahaan mengeluarkan gaji berapa, eh malah nawarnya asal besar. Kan begini keliru juga,” kata Sandra.

Terkini