KLIKTREND.com – Video Ustad Abdul Somad yang viral di media sosial menuai tanggapan dari PMKRI dan FORKOMA Maumere, Kabupaten Sikka, Flores, NTT hingga sebut teroris iman.

Terkait video yang beredar luas di media sosial tersebut, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Maumere dan Forum Komunikasi Alumni (FORKOMA) Maumere melaporkan Ustad Abdul Somad ke Polres Sikka.

Laporan tersebut merupakan tanggapan atas video yang telah beredar luas di media sosial itu di mana Ustad Somad menyebut ada jin di salib.

Trending: Alasan Ustadz Abdul Somad Ngefans Artis Cantik Rachel Miryam

FORKOMA Maumere: Dia Itu Teroris Iman

Dilansir Kliktrend.com dari SuaraSikka.com, Siflan Angi salah satu anggota FORKOMA dan alumni PMKRI menyebutkan bahwa Ustad Abdul Somad adalah teroris iman.

“Ustad Somad itu siapa? Dia itu teroris iman yang telah mencederai nilai toleransi di negara ini. Kita minta polisi segera tangkap orang itu. Itu teroris iman yang bkin rusak negara ini,” ujar Siflan Angi di Polres Sikka jalan Ahmad Yani, Sabtu (17/8) petang, dikutip dari SuaraSikka.com.

Selain itu, Siflan juga mengatakan meragukan jabatan Ustad untuk Abdul Somad. Menurut Siflan, seorang Ustad harusnya memberikan pencerahan dan pendidikan kepada pengikutnya.

Trending: Mbah Moen Meninggal Saat Salat Tahajud di Tanah Suci Makkah

FORKOMA dan PMKRI Cabang Maumere menyerahkan laporan kepada Kapolres Sikka terkait tausyah Abdul Somad yang viral di media sosial tersebut.

Mereka menganggap Tausyah itu terindikasi memuat poin-poin penistaan terhadap agama Katolik.

“Tausyah Abdul Somad yang viral di instragram dengan tagline @kajianustadsomad sangat menyakiti umat Katolik. Dia telah menghina simbol keselamatan umat Katolik yakti Salib dan Patung. Ini bentuk penistaan yang tidak bisa ditolerir,” demikian salah satu bagian poin laporan mereka dikutip dari SuaraSikka.com.

Diketahui, FORKOMA adalah salah satu organisasi yang perkumpulan alumni Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI).

Trending: Kejutan di Hari Ulang Tahun Ruben Onsu, Sarwendah Datangkan Betrand Peto dari NTT

Dua organisasai Katolik ini menyampaikan kekesalan mereka terhadap tausyah Ustad Abdul Somad. Kedua organisasi ini menilai tausyah yang disampaikan Ustad Somat bisa menyulut perpecahan dan keutuhan berbangsa dan bernegara.

Viktor Nekur salah satu anggota FORKOMA Maumere juga mengatakan sangat menyesal dengan sikap berlebihan Ustad Somad yang tidak menghargai perbedaan.

Viktor mengungkapkan, sebagai warga negara Indonesia, Ustad Somad mestinya menjunjung tinggi nilai-nilai kebhinekaan dalam negara yang berasaskan Pancasila.*